Posted on Desember 3, 2009 by Ibnu Dzulkifli As-Samarindy
Darah yang keluar dari rahim wanita ada tiga jenis : Darah haid, darah istihadhoh dan darah nifas . Darah haid adalah darah yang keluar dari rahim wanita semenjak menginjak masa baligh yang datang pada waktu-waktu tertentu (tetap),berwarna kehitaman dan panas . Darah Istihadhoh adalah darah yang mengalir dari bagian bawah rahim yang disebabkan oleh urat yang terputus, adapun darah nifas adalah darah yang keluar dari rahim pada saat melahirkan dan beberapa waktu sesudah melahirkan.
Sebagaimana jenis darahnya berbeda, maka tentunya juga ada perbedaan hukum syar’i pada wanita yang medapatkannya. Diantara perbedaannya yaitu wanita yang sedang haid tidak diperbolehkan mengerjakan sholat, puasa, thawaf, menyentuh Al-Qur’an , serta tidak boleh didatangi pada farjinya . Adapun membaca Al-Qur’an dari hapalannya tanpa menyentuh Al-Qur’an maka menurut pendapat yang kuat di kalangan ulama hal itu diperbolehkan. Sedangkan wanita yang sedang mengalami istihadhoh sebagaimana wanita yang sedang suci, diperbolehkan mengerjakan ibadah-ibadah yang terlarang bagi orang yang haid seperti sholat, berpuasa dan ibadah lainnya. Akan tetapi bolehkan seorang wanita yang sedang istihadhoh didatangi pada farjinya ?? , terjadi perbedaan pendapat di kalangan para ulama, dan pendapat yang benar adalah …baca lebih lengkap
DIarsipkan di bawah: Uncategorized | Ditandai: Ad-Duroril Mudiyah, Ar-Rhaudul Murbi, artikel tentang haid, darah-darah wanita, fatwa tentang haid, Fiqih Haid, Fiqih Istihadhoh, Fiqih nifas, fiqih thoharoh, Imam As-Syaukani | Leave a Comment »
Posted on Januari 23, 2009 by Ibnu Dzulkifli As-Samarindy
Sebuah catatan tentang “Kafir”
Sebagian kaum muslimin terkadang masih belum bisa membedakan antara makna Syirik dan Kafir, mereka menganggapnya memiliki makna yang sama. Dalam keadaan dua kata ini memiliki perbedaan makna walaupun juga memiliki keterkaitan secara langsung. Syirik adalah salah satu sebab kafirnya seseorang dan tidak selalu perbuatan kafir adalah perbuatan Syirik. Seperti seseorang yang membuang Mushaf Al-Qur’an ke dalam kloset , maka perbuatan ini bukanlah perbuatan syirik akan tetapi merupakan perbuatan kekafiran. Intinya bisa dikatakan bahwa makna syirik itu lebih khusus dibanding makna kafir (lihat catatan kami tentang Syirik).
KAFIR ADA 2 JENIS
JENIS KAFIR PERTAMA : Kafir Akbar yaitu Kafir yang mengeluarkan pelakunya dari agama Islam
Dasar-dasar perbuatan kafir akbar ini ada 5 Jenis : ..baca lebih lengkap
DIarsipkan di bawah: Tauhid | Ditandai: apa itu syirik, Aqidah, aqidah salafy, dakwah tauhid, kafir, kafir akbar, kafir ashgor, pembatal keislaman, pengertian syirik, pengertian tauhid, syirik, Tauhid | Leave a Comment »
Posted on Desember 10, 2008 by Ibnu Dzulkifli As-Samarindy
SYIRIK
Oleh : Ibnu Dzulkifli As-Samarindy
“Syirik” satu kata yang sering sekali mampir di telinga kita, walaupun terkadang bagi seseorang kata syirik bermakna berbeda dengan apa yang dipahami orang lain. Sebagian orang menggunakan kata “syirik” sebagai pengganti kata dengki atau hasad, sebagamana ucapan seseorang yang sering sekali kita dengar : ” Dasar dianya saja yang syirik kepada saya ” yakni maknanya ” dengki atau hasad”. Dan ini adalah penggunaan kata yang tidak pada tempatnya dan harus dihindari untuk mencegah salah sangka dari orang yang mendengarnya..Adapun dalam Istilah Syar’i , Syirik maknanya Menyekutukan sesuatu bersama Allah di dalam kekhususanNya dalam KeuluhiyahanNya, KerububiyahanNya serta Nama dan sifat-sifatNya.
Dan Syirik berdasarkan jenisnya terbagi menjadi dua jenis : Syirik Akbar (Syirik Besar) dan Syirik Ashgor (Syirik Kecil) …baca lebih lengkap
DIarsipkan di bawah: Uncategorized | Ditandai: apa itu salafy, apa itu syirik, Aqidah, aqidah ahlus sunnah wal jama'ah, aqidah salafy, belajar ilmu ghoib, belajar santet, belajar sihir, dakwah tauhid, dukun, ilmu ghoib, jimat, Jin, membela kaum kafir, nyi roro kidul, paranormal, pengertian syirik, pengertian tauhid, penunggu laut, ramalan, santet, sesajen, sihir, sihir ilmu sihir, sufi, syirik, syirik khofiy, tabarruk, tamimah, tasyabuh, tawwasul, teluh, tenung, wali Allah, Wali setan, zodiak | 1 Komentar »
Posted on Desember 6, 2008 by Ibnu Dzulkifli As-Samarindy
Mengenal sifat-sifat Kaum Munafik
Oleh : Ibnu Dzulkifli As-amarindy
“Dasar Munafik !!!” Kalimat yang tidak asing lagi di telinga kita. Dan tahukah anda bahwa Munafik itu ada yang kafir dan ada yang tidak, pahamilah sedikit catatan ringkas ini agar anda tidak terjatuh dalam kesalahan ketika mengeluarkan sesuatu dari lisan walaupun anda tidak berniat melakukannya. Munafik ada 2 jenis : اعتقادي (keyakinan) dan عملي (amalan)
JENIS MUNAFIK YANG PERTAMA : MUNAFIQ KEYAKINAN
Disebut juga Nifaq Akbar (Munafik besar) yang menyebabkan pelakunya keluar dari agama atau kafir . Pelakunya adalah penghuni neraka yang paling dasar, sebagaimana firman Allah ta’ala : …baca lebih lengkap
DIarsipkan di bawah: Aqidah | Ditandai: munafik, nifaq, At-tamimi, al-wajibat, syaikh fauzan, jenis munafik, imam bukhori, imam muslim, al-albani, dasar munafik, penyakit hati, sofat munafik | 1 Komentar »
Posted on Desember 3, 2008 by Ibnu Dzulkifli As-Samarindy
Berbakti kepada kedua orang tua, sebuah jihad yang terlalaikan.
Oleh : Ibnu Dzulkifli As-Samarindy
Telah berfirman Allah ta’ala :
وَوَصَّيْنَا الإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَى وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ المَصِيرُ
Artinya : ” Dan telah kami perintahkan manusia untuk berbuat baik kepada kedua orang tunanya, Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada kedua orang tuamu, hanya kepadaKulah kembalimu .” (QS. Luqman : 14)
Tidak butuh banyak kata-kata menafsirkan ayat ini, Insya Allah semua yang membaca akan paham tentang makna yang dikandungnya. Dalam ayat ini tergambar jelas perintah Allah kepada para hambanya untuk berbuat baik kepada kedua orang tua mereka. Suatu perkara yang pada zaman ini seakan-akan menjadi sesuatu yang sulit ditemui. Bahkan sebaliknya, sumpah serapah, kata-kata kasar bahkan kalimat-kalimat tidak pantas telah menjadi makanan sehari-hari para orang tua. Dan anehnya sebagian manusia terkadang lebih hormat dan tunduk kepada atasannya di kantor atau kepada guru mereka di sekolah dibandingkan dengan kepada orang tuanya yang telah mengandung dan merawatnya dengan susah payah. Bahkan samapai-sampai apabila berbicara kepada guru atau atasan di kantornya sampai badannya sedikit membungkuk dan kepala menunduk-nunduk. Aneh, sungguh aneh..
Mari luangkan waktu kita sejenak wahai saudaraku untuk merenungi ayat, hadits dan ucapan para ulama tentang perkara penting ini, semoga setelah itu Allah memberikan hidayah dan taufiknya kepada kita untuk menjelma menjadi seorang manusia yang pandai bersyukur dan membalas budi kepada manusia-manusia yang paling berjasa di hidupnya. ..baca lebih lengkap
DIarsipkan di bawah: Adab dan Akhlak | Ditandai: berbakti kepada kedua orang tua, birrul walidain, durhaka, hasan Al-Bashri, Ibnu Katsir | Leave a Comment »
Posted on Desember 2, 2008 by Ibnu Dzulkifli As-Samarindy
Sifat Wudhu Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam
Oleh : Ibnu Dzulkifli As-Samarindy
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى المَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ
“Wahai orang-orang yang beriman jika kalian berdiri untuk (mendirikan) sholat maka basuhlah wajah-wajah kalian dan tangan-tangan kalian hingga ke siku-siku dan basuhlah kepala-kepala kalian dan (cucilah) kaki-kaki kalian hingga kedua mata kaki”
(QS. Al-Maidah : 6)
Sebagaimana dalam perkara-perkara fiqih lainnya yang dipenuhi perbedaan pendapat di kalangan para ulama, maka begitu juga dalam perkara wudhu, tidak terlepas dari segala perbedaan pendapat tersebut. Oleh sebab itu, kami akan memaparkan sifat (tata cara ) wudhu Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam dengan metode pendek dan ringkas dengan membawakan pendapat yang paling kuat di kalangan para ulama serta dalil-dalil yang menguatkannya, tentunya dengan segala kesederhanaan ilmu yang ada pada kami. …baca lebih lengkap
DIarsipkan di bawah: Fiqih Dasar | Ditandai: wudhu, sifat wudhu nabi, tata cara wudhu, pembatal wudhu, sifat wudhu, cara wudhu, sifat wudhu Rasulullah, fatwa wudhu, permasalahan wudhu, thaharoh, thoharoh, kitabul wudhu | Leave a Comment »
Posted on Desember 1, 2008 by Ibnu Dzulkifli As-Samarindy
Mengenal Ibunda kaum mukminin (Ummahatul Mukminin)
Oleh : Ibnu Dzulkifli As-Samarindy

Termasuk dari Aqidah yang benar pada seorang mukmin adalah mencintai dan menghormati para Ibunda kaum mu’minin (Ummahatul Mu’minin) yaitu para istri-istri Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam. Dan tentunya sesuatu akan lebih dicintai apabila telah dikenal dengan dekat .Oleh sebab itu berikut adalah nama-nama para Ummahatul Mukminin, mudah-mudahan dapat membuat kecintaan dan penghormatan kepada mereka semakin bertambah : …baca lebih lengkap
DIarsipkan di bawah: Aqidah | Ditandai: aisyah, hafshah, hindun, istri-istri rasulullah, juwairiyah, khodijah, maimunah, romlah, ummahatul mukminin, ummu habibah, zainab | Leave a Comment »
Posted on Desember 1, 2008 by Ibnu Dzulkifli As-Samarindy
Mengenal Putera-puteri Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam
Oleh : Ibnu Dzulkifli As-Samarindy
Berikut putera-puteri Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam :
-
Qosim, Beliau wafat saat masih kecil.
-
Zainab Radhiyallahu anha, Anak perempuan Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam yang paling tua. Suami beliau bernama Abul Ash bin Rabi’
-
Ruqoyyah Radhiyallahu anha, Beliau diperistri Ustman bin Affan Radhiyallahu anhu.
-
Ummu Kultsum Radhiyallahu anha, Beliau diperistri Ustman bin Affan Radhiyallahu anhu setelah saudara perempuan beliau Ruqoyyah Radhiyallahu anhu wafat.
-
Fatimah Radhiyallahu anha, diperistri Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu.
-
Abdullah, Beliau juga digelari ” At-Thoyyib dan At-Thohir”
-
Ibrohim, Beliau wafat saat masih kecil.
Tambahan Keterangan :
-
Seluruh Putera-puteri Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam dilahirkan oleh Khodijah bintu Khuwailid Radhiyallahu ‘anha, kecuali Ibrohim yang dilahirkan oleh Maria Al-Qibtiyah.
-
Seluruh Putera-puteri Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam dilahirkan sebelum diutusnya beliau menjadi rasul kecuali Abdullah dan Ibrohim.
-
Seluruh Putera-puteri Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam wafat dalam keadaan Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam masih hidup kecuali Fatimah, beliau wafat 6 bulan setelah wafatnya Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam.
Sumber : Zaadul Ma’ad, Ibnul Qoyyim dan Al-Ishobah, Ibnu Hajar
DIarsipkan di bawah: Catatan santri | Ditandai: anak-anak Rasulullah, fatimah, puter-puteri Rasulullah, saudah, ummu kultsum, zainab | Leave a Comment »
Posted on November 28, 2008 by Ibnu Dzulkifli As-Samarindy
PEMBATAL – PEMBATAL KEISLAMAN
Oleh : Ibnu Dzulkifli As-Samarindy
Berkata Syaikh Sholih bin Fauzan Al Fauzan :“Dan jenis-jenis kemurtadan sangat banyak dan Syaikh (Muhammad bin Abdul Wahab) menyebutkan di dalam risalah ini yang terpenting dan terbesar” (Syarah Nawaqidul Islam, Hal 9-10).
Dan 10 perkara itu adalah : ..baca lebih lengkap
DIarsipkan di bawah: Tauhid | Ditandai: dukun, Jin, Kuburan, nawaqidul islam, pelet, pembatal keislaman, sajen, sihir | Leave a Comment »
Posted on November 27, 2008 by Ibnu Dzulkifli As-Samarindy
MENGENAL TAUHID
Oleh : Ibnu Dzulkifli As-Samarindy
Sebelum mengetahui tentang jenis-jenis Tauhid, maka sebaiknya makna tauhid sendiri harus dipahami terlebih dahulu. Adapun Makna tauhid adalah mengesakan Allah dalam Kerububiyahannya , keuluhiyahannya, dalam nama-nama dan sifat-sifatnya beserta hukum-hukum di dalamnya. Jenis tauhid sendiri ada 3 jenis : …baca lebih lengkap
DIarsipkan di bawah: Tauhid | Ditandai: 3 jenis tauhid, apa itu salafy, apa itu syirik, Aqidah, aqidah ahlus sunnah wal jama'ah, aqidah salafy, asma' wa sifat, dakwah tauhid, khouf, nadzar, pengertian syirik, pengertian tauhid, rogbah, rohbah, rububiyah, syirik, Tauhid, uluhiyah | Leave a Comment »