Kumpulan Hadits lemah dan palsu No. 21 dan 22

HADITS KEDUA PULUH SATU

من صلى ليلة الفطر والأضحى لم يمت قلبه يوم تموت القلوب

“Barangsiapa yang Sholat (Sunnah)  di malam iedul ftri dan malam iedul adha, maka tidak akan mati hari di hari matinya hati-hati”

Berkata Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah : (Hadits) Palsu. Telah dikatakan dalam Al Mujma’ (2/198) : Diriwayatkan oleh At-Thabrani dalam Al-Kabir dan Al-Ausath dari Ubadah bin Shamit Rhadiyallahu’ anhu( Silsilah Al-Ahadits Ad-Dhoi’fah no. 520)

Datang juga dengan lafadz yang berbeda dengan makna yang hampir sama, silahkan merujuk Silsilah Al-Ahadits Ad-Dhoi’fah No. 521

HADITS KEDUA PULUH DUA

إذا عاد أحدُكم مريضا فلا يأكلْ عندَه شيئا فإنه حظُّه من عيادتِهِ

“Apabila salah seorang dari kalian menjenguk orang sakit, maka janganlah memakan sesuatu di sisinya, karena sesungguhnya itu adalah pahalanya dari kunjungannya”.

Berkata Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah : (Hadits) Sangat  Lemah, Diriwayatkan oleh   Ad-Dailami (1/1/68) dari Abu Umamah secara marfu. ………..hingga ucapan beliau (Al-Albani) :…….Dan sanad ini sangat lemah apabila bukan palsu. (Silsilah Al-Ahadits Ad-Dhoi’fah No. 2288 dengan ringkasan)

Kumpulan hadits lemah dan palsu No. 19 dan 20

HADITS KESEMBILAN BELAS

من حج البيت ولم يزرنى فقد جفانى

“Barangsiapa yang menunaikan ibadah Haji kemudian tidak berziarah kepadaku maka sungguh dia telah bersikap kasar kepadaku”

Berkata Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah : “(Hadits) Palsu, begitulah Al-Hafidz Adz-Dzahabi menghukuminya dalam Al – Mizan (3/237) dan As-Shon’ani telah mencantumkannya dalam Al-Ahadits Al-Maudu’at (hal. 6).

Hadits ini dikeluarkan oleh Ibnu Adi (7/2480) dan Ibnu Hibban dalam Ad-Dhuafa (2/73)”……..hingga ucapan beliau (Al-Albani)….: “ hal itu dikarenakan ziarah kepada makam beliau Shalallahu Alaihi Wassallam walaupun termasuk dari amalan mendekatkan diri kepada Allah (ibadah) maka sesungguhnya hukumnya tidak sampai melebihi hukum mustahabah, sehingga bagaimana bisa meninggalkan perbuatan tersebut teranggap sebagai perbuatan kasar kepada Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassallam ???(Silsilah Al-Ahadits Ad-Dhoi’fah No. 45 dengan ringkasan dan perubahan)

Hadits ini dilemahkan pula oleh Al-Allamah Muqbil bin Hady Al-Wadi’i Rahimahullah dalam Ghorothul Asyrithoh (2/200)

Berkata Ibnu Taimiyah dalam Al-Fatawa (18/342) : “(Hadits) Dusta” dan berkata pula dalam Al-Fatawa (27/35) : “ Dan tidak tsabit (hadits) dari Rasulullah Shalallahu Alaihi tentang ziarah ke kuburan beliau”

Hadits yang Shahih adalah keutamaan berziarah ke 3 mesjid, yakni Mesjidil Haram, Mesjid Nabawi dan Majidl Aqsha. Sebagaimana dalam hadits Abu Hurairah Rhadiyallahu ‘anhu  Rhadiyallahu’ anhu, Rasulullah bersabda :.

لا تُشَدُّ الرِّحَالُ الا إِلَى ثَلاثَةِ مَسَاجِدَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَمَسْجِدِ الرَّسُولِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَسْجِدِ الْأَقْصَى

”Dan tidaklah bersusah payah melakukan perjalanan jauh kecuali ke tiga Mesjid : Masjidil Al-Haram, Mesjid Nabawi dan Mesjid Al-Aqsha” (HR. Bukhori No. 1189 dan Muslim 3384)

Adapun ketika telah tiba di Mesjid Nabawi, Disunnahkan untuk berziarah kepada makam  beliau Shalallahu ‘alahi wassallam.

HADITS KEDUA PULUH

ما أخدث قوم بدعة الا رفع مثلها من السنة

“Tidaklah suatu kaum membuat perkara-perkara bid’ah kecuali diangkat yang semisalnya dari perkara Sunnah”

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad (4/105) Al-Lalaka’I dalam Syarah ushulil I’tiqhod (121) dan Ibnu Bathah dalam Al-Ibanah Kitabul Iman (No. 10) dari Ghudaif bin Al-Harits Rhadiyallahu’ anhusecara marfu. Berkata Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah dalam Takhrij Al-Musykat (No.187) :” “Sanadnya lemah”

Yang shahih bahwa ini adalah ucapan Usamah bin Athiyah Rahimahullah , diriwayatkan oleh Ad-Darimi (1/54) (Nukilan secara ringkas dari Tuhfatul Muhibbin Hal. 118-119 dan Takhrij Al-Muykat No. 187)

Kumpulan hadits lemah dan palsu No. 17 dan 18

HADITS KETUJUH BELAS

لا تقرأ الحائض ولا الجنب شيئا من القرآن

“Janganlah wanita yang sedang Haid dan orang yang sedang Junub membaca sesuatu dari Al-Qur’an”

Hadits ini diriwayatkan oleh At-Tirmidzi disandarkan dari Ibnu Umar Rhadiyallahu’ anhuma . Berkata Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah dalam Takhrij Al-Musykat : ” Maka hadits ini mungkar, bahkan Imam Ahmad mengatakan bahwa sesungguhnya hadits ini batil” (Takhrij Al-Musykat No. 461 dengan ringkasan)

HADITS KEDELAPAN BELAS

من زار قبري وجبيت له شفاعتي

“Barangsiapa yang menziarahi makamku, maka berhak baginya Syafaatku“

Berkata Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah : “ (Hadits) Munkar”…hingga ucapan beliau…. “ Dan secara keseluruhan sesungguhnya hadits ini lemah, tidak dapat berhujjah dengannya dan sebagian jalur periwayatannya lebih lemah dari yang lain( Silsilah Al-Ahadits Ad-Dhoi’fah no. 1128 dengan ringkasan)

Hadits ini dilemahkan pula oleh Al-Allamah Muqbil bin Hady Al-Wadi’i Rahimahullah dalam kitab beliau As-Syafa’at No. 195-196

Kumpulan hadits lemah dan palsu No. 15 dan 16

HADITS KELIMA BELAS

اتقوا أبواب السلطان وحواشِيَها فإن أقربَ الناس منها أبعدُهم من الله

“Takutlah kepada pintu-pintu penguasa dan perkarangannya, karena sesungguhnya manusia yang paling dekat dengan para penguasa dan perkarangannya adalah manusia yang paling jauh dari Allah”

Berkata Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah : (Hadits) Palsu, Diriwayatkan oleh Abu Nua’im dalam Akhbar Ashbahan (2/42) dan Ad-Dailami dalam Al-Musnad, disandarkan kepada Ibnu Umar dari Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassallam. (Silsilah Al-Ahadits Ad-Dhoi’fah No. 1698 dengan ringkasan)

Datang hadits dengan lafadz dari Ibnu Abbas Rhadiyallahu’ anhuma, Rasulullah Shalallahu ‘alahi wassallam bersabda :

ومن أتى السلطان افتتن

“Barangsiapa yang mendatangi penguasa akan terfitnah”

Hadits ini Dishahihkan oleh Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah dalam Sunan Abi Dawud No. 2859

HADITS KEENAM BELAS

أدبني ربي فأحسن تأديبي

“Rabbku telah mengajariku adab dengan sebaik-baik pengajaran adab”

Berkata Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah : ” Hadits Lemah”

Berkata Ibnu Taimiyah Rahimahullah dalam Majmu’ Rasail Al-Kubro (2/336) : ” Maknanya Shahih akan tetapi tidak memiliki sanad yang tsabit (Shahih)” (Silsilah Al-Ahadits Ad-Dhoi’fah no. 72 dengan ringkasan)

Silahkan merujuk pula pada Silsilah Al-Ahadits Ad-Dhoi’fah no. 2185

Kumpulan Hadits lemah dan Palsu No 1 dan 2

HADITS PERTAMA

أبغض الحلال إلى الله تعالى الطلاق

“Perkara Halal yang paling dibenci Allah adalah Thalaq”

Berkata Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah : “(Hadits) Lemah,  Dikeluarkan oleh Abu Dawud (218) dari Ibnu Umar Rhadiyallahu’ anhudari Nabi Shalallahu Alaihi Wassallam “ (Al-Irwa’ul Ghalil no. 2040 dengan ringkasan)

Berkata Al-Allamah Muqbil bin Hady Al-Wadi’i Rahimahullah : “ Dan terkadang pada sebagian hadits, hati tidak merasa tenang untuk menshahihkannya, seperti hadits : “Perkara Halal yang paling dibenci Allah adalah Thalaq”  (Ijabatus Sa’il hal. 567)

HADITS KEDUA

اختلاف أمتي رحمة

“Perbedaan di kalangan umatku adalah rahmat”

Berkata Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah : “Tidak ada asalnya, dan sungguh para ahli hadits telah berusaha untuk mendapatkan sanadnya maka mereka tidak menemukannya ”

Beliau kemudian menukil ucapan Ibnu Hazm Rahimahullah dalam Al-Ihkam fi Ushulil ahkam (5/64) setelah ibnu Hazm Rahimahullah mengisyaratkan bahwa ucapan ini bukanlah hadits Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassallam : “ Dan ini adalah termasuk dari ucapan yang paling rusak, karena apabila perselisihan adalah rahmat maka sesungguhnya kesepakatan adalah kemarahan (Allah)” ( Silsilah Al-Ahadits Ad-Dhoi’fah no. 57 dengan ringkasan)

Berkata Al-Allamah Muqbil bin Hady Al-Wadi’I Rahimahullah : “ Adapun hadits “Perpecahan di kalangan umatku adalah rahmat” maka hadits ini tidak memiliki sanad (jalur periwayatan)” (Ijabatus Sa’il hal. 519)

Lihat juga ucapan beliau dalam Al-Muqtaroh (Hal. 14 dan 29) dan dan beliau berkata pula dalam Maqtul Jamilurrahman (hal 22) : “Batil “

Kumpulan hadits Lemah dan Palsu No. 13 dan 14

HADITS KETIGA BELAS

أبردوا بالطعام فإن الحار لا بركة فيه

“Dinginkanlah makanan, karena makanan yang panas  tidak memiliki berkah”

Berkata Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah : “(Hadits) Lemah,  datang dan disandarkan kepada Ibnu Umar dalam Al-Jami’us Shogir Ad-Dailami, dan diriwayatkan dari Jabir dan Asma’ dikeluarkan oleh Al-Hakim. Disandarkan dari Abu Hurairah dalam Al-Ausath Ath-Thabrani dan disandarkan dari Anas  oleh Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah.”

Kemudian beliau (Al_Albani ) berkata: “ Dan secara keseluruhan. Hadits ini di sisiku adalah lemah karena tidak adanya penguat yang teranggap untuknya. Wallhu a’lam(Silsilah Al-Ahadits Ad-Dhoi’fah No. 1587 dengan sedikit perubahan dan ringkasan)

Datang juga dengan lafadz :

بردوا طعامكم يبارك لكم فيه

“ Dinginkanlah makanan kalian, maka akan diberkahi padanya untuk kalian“

Akan tetapi Lafadz ini pun lemah (Silsilah Al-Ahadits Ad-Dhoi’fah no. 1654)

Adapun yang shahih adalah hadits yang datang dari Asma’ bintu Abu Bakar Rhadiyallahu’ anhuma, sesungguhnya beliau apabila makanan dalam keadaan panas beliau memberinya kuah hingga hilang panas  dan asapnya. Kemudian beliau berkata : “ Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassallam bersabda :

انه أعظم للبركة

”Sesungguhnya (makanan dingin) lebih besar berkahnya”

Hadits ini dkeluarkan oleh Ad-Darimi (2/100) Ibnu Hibban dalam Shahihnya (1344) dan dishahihkan oleh Al-Hakim, Adz Dzahabi dan Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah pun berpendapat yang sama ( Silsilah Al-Ahadits As-Shahihah No. 659 dengan sedikit perubahan dan ringkasan)

HADITS KEEMPAT BELAS

من كرامتي على ربي أني ولدت مختونا

“Termasuk dari karamahku dari Allah, Sesungguhnya aku telah dilahirkan dalam keadaan dikhitan”

Hadits ini dikeluarkan oleh Al-Khatib dalam Tarikh bahgdad (1/329) dan Ibnu Asakir dalam Tarikh Diymasq (3/314) Disandarkan kepada Anas  bin Malik Rhadiyallahu’ anhu, kemudian berkata Al-Khatib : “ Sufyan bin Muhammad Al-Musisi bersendirian dalam riwayat ini dan dia Mungkarul Hadits dan diriwayatkan pula oleh Ibnu Asakir dan di dalamnya terdapat beberapa rawi yang tidak dikenal“

Datang juga dalam riwayat Ibnu Abdil Baar Rahimahullah , disandarkan kepada Abbas Rhadiyallahu’ anhu, beliau berkata :

إن النبي صلى الله عليه وسلم ولد مختونا

” Sesungguhnya Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassallam dilahirkan dalam keadaan sudah dkhitan”

Kemudian Ibnu Abil Baar berkata : ” Dan tidaklah sanadnya tegak”

Dan diriwayatkan pula dari Ibnu Umar secara Mauquf dan sanadnya tidak Shahih. (Nukilan dari Kasyful Litsam karya As-Safarini (1/348) Silahkan merujuk pula Ahkamul Maulud Karya Inul Qoyyim Rahimahullah)

Dilemahkan pula oleh Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah dalam Dho’iful Jami’ No. 5310 dan Silsilah Al-Ahadits Ad-Dhoi’fah No. 6270

Kumpulan hadits Lemah dan Palsu No. 11 dan 12

HADITS KESEBELAS

Diriwayatkan Bahwa Allah berfirman :

من لا يدعونى أغضب عليه

“ Barangsiapa yang tidak berdoa kepadaku maka aku akan marah padanya”

Berkata Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah : “ Hadits ini dicantumkan oleh As-Suyuthi dalam Al-Jami’us Shogir dari riwayat Al-Askari dalam Al-Mawaidz disandarkan dari Abu Hurairah Rhadiyallahu’ anhu dari Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassallam . “

Kemudian Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah berkata : “ Dan telah menguasai dugaanku bahwa hadits ini dari sisi periwayatan ini adalah lemah” (Silsilah Al-Ahadits Ad-Dhoi’fah 4040 dengan ringkasan)

Adapun hadits yang shahih adalah Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassallam bersabda :

من لا يدعو الله يغضب عليه

“ Barangsiapa yang tidak berdoa kepada Allah maka Allah akan marah kepadanya”

Hadits ini shahih datang dari Abu Hurairah Rhadiyallahu’ anhudari Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassallam ,dikeluarkan oleh Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrod (658) At-Tirmidzi (2/342) Ibnu Majah (3827). Datang juga dengan makna yang sama dengan konteks dan lafadz yang berbeda silahkan merujuk Silsilah Al-Ahadits As-Shahihah no. 2654.

Walhasil bahwa hadits yang meriwayatkan bahwa Allah berfirman :

من لا يدعونى أغضب عليه

“ Barangsiapa yang tidak berdoa kepadaku maka aku akan marah padanya” adalah lemah dan yang shahih adalah, Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassallam bersabda :

من لا يدعو الله يغضب عليه

“ Barangsiapa yang tidak berdoa kepada Allah maka Allah akan marah kepadanya”

HADITS KEDUA BELAS

أتانى جبريل بقِدْرٍ فأَكلت منها فأُعطيتُ قوة أربعين رجلاً فى الجِمَاع

Telah datang jibril kepadaku dengan membawa periuk maka aku makan darinya, kemudian aku dianugerahi kekuatan 40 orang lelaki dalam bersenggama.

Berkata Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah : “ (Hadits) Batil, Diriwayatkan oleh ibnu Sa’ad (1/374) dari Usamah bin Zayd dari Sofwan bin Sulaim disandarkan kepada Rasulullah Shalallahu ‘alahi wassallam . Aku katakan (Al-Albani) : “ Dan (hadits) ini Mursal atau Mu’dhol.”

Datang juga dengan lafadz yang berbeda disandarkan kepada Abu Hurairah Radhiyallahu’ anhu dari Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassallam, Dikeluarkan oleh Al-Harabi dalam Ghoribul Hadits. Hadits ini juga lemah, berkata Al-Khatib : “ Hadits Ini Bathil “ ( Silsilah Al-Ahadits Ad-Dhoi’fah No. 1685 dengan sedikit perubahan dan ringkasan)

Hadits yang shahih adalah datang dari Anas  bin Malik Rhadiyallahu’ anhu:

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدُورُ عَلَى نِسَائِهِ فِي السَّاعَةِ الْوَاحِدَةِ مِنْ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَهُنَّ إِحْدَى عَشْرَةَ قَالَ قُلْتُ لأَنَسٍ أَوَكَانَ يُطِيقُهُ قَالَ كُنَّا نَتَحَدَّثُ أَنَّهُ أُعْطِيَ قُوَّةَ ثَلاثِينَ

“Nabi Muhammad Shalallahu ‘alahi wassallam mengelilingi (mendatangi) istri-istri beliau pada satu waktu pada malam dan siang, dan mereka ada sebelas orang wanita.” Salah seorang yang meriwayatkan hadits ini berkata, “Aku bertanya kepada Anas , ‘Apakah beliau mampu melakukan hal itu?’ Ia menjawab, ‘Kami katakan bahwa beliau diberi kekuatan tiga puluh orang.” (HR. Bukhori No. 268)

Kumpulan Hadits Lemah dan Palsu No. 9 dan 10

HADITS KESEMBILAN

إذا أتى علىَّ يومٌ لا أزدادُ فيه علمًا يقربنى إلى اللهِ فلا بُورك لى فى طُلُوعِ شمسِ ذلك اليومِ

“Apabila tiba pada suatu hari yang tidak bertambah ilmu di dalamnya maka tidak diberkahi terbitnya matahari  pada hari tersebut”

Berkata Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah : ”(Hadits) Palsu. Dikeluarkan oleh Ibnu Rowahah dalam musnadnya dan Ibnu adi dalam Al-Kamil, Disandarkan kepada Aisyah Rhadiyallahu’ anha secara marfu’ kepada Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassallam, dicantumkan pula oleh Ibnul Jauzi dalam Al-Mauduat (1/233) (Silsilah Al-Ahadits Ad-Dhoi’fah no. 379 dengan ringksan dan perubahan)

HADITS KESEPULUH

لا يؤذن الا متوضي

“Tidak boleh beradzan kecuali kecuali orang yang telah berwudhu”

Berkata Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah : “ (Hadits) Lemah,  Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi (1/389) dan Al-Baihaqi (1/397) dari Abu Hurairah Rhadiyallahu’ anhu secara marfu(Al-Irwaul Ghalil no. 222 dengan ringkasan)

Kumpulan Hadits lemah dan Palsu No. 7 dan 8

HADITS KETUJUH

اعمل لدنياك كأنك تعيش أبدا واعمل لآخرتك كأنك تموت غدا

“Beramallah untuk duniamu seakan-akan engkau akan hidup selamanya dan beramallah untuk akhiratmu seakan-akan engkau akan wafat esok hari”

Berkata Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah : “ Tidak memiliki asal, dan sungguh telah tersebar di lisan-lisan manusia di zaman-zaman terakhir”

Diriwayatkan juga bahwa ucapan ini adalah ucapan Abdullah bin amr bin ash Rhadiyallahu’ anhuma, akan tetapi sanadnya pun lemah. (Silsilah Al-Ahadits Ad-Dhoi’fah no. 8 dengan ringkasan dan sedikit perubahan)

Datang pula dengan lafadz :

أصلحوا دنياكم واعملوا لآخرتكم كأنكم تموتون غداً

“ Perbaikilah dunia kalian dan beramallah untuk akhirat kalian seakan-akan kalian akan wafat esok hari,”

Diriwayatkan oleh Al-Qodho’I (2/60) dari Abu Hurairah Rhadiyallahu’ anhudari Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassallam . Lafadz ini pun sangat lemah sekali (Silahkan merujk Silsilah Al-Ahadits Ad-Dhoi’fah no. 874)

HADITS KEDELAPAN

أحب بيوتكم إلى الله بيت فيه يتيم مكر

“Rumah kalian yang paling dicintai Allah adalah rumah yang di dalamnya terdapat anak-anak yatim yang dimuliakan”

Berkata Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah : (Hadits) Lemah sekali, Dikeluarkan oleh Al-Uqoili dalam Ad-Dhuafa (31) dan At-Tahbrani dalam Mu’jamul Kabir disandarkan kepada Umar dari Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassallam (Silsilah Al-Ahadits Ad-Dhoi’fah 1636 dengan ringkasan)

Datang juga dengan lafadz yang semisal  disandarkan kepada Abu Hurairah Rhadiyallahu ‘anhu   dari Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassallam , Sanadnya pun lemah. Silahkan merujuk Silsilah Al-Ahadits Ad-Dhoi’fah No. 1637.

Adapun hadits Shahih tentang keutamaan memuliakan anak yatim terlalu banyak untuk disebutkan disini, diantaranya adalah hadits Sahl bin Sa’ad Rhadiyallahu’ anhu, Sesungguhnya Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassallam bersabda :

أنا و كافل اليتيم في الجنة هكذا وأشار بأُصبعيه بالسبابة والوسطى

“Aku dan orang yang menanggung anak-anak yatim di surga seperti ini, beliau mengisyaratkan 2 jarinya, jari telunjuk dan jari tengah” (HR. Bukhori 6005)

Kumpulan Hadits lemah dan Palsu No. 5 dan 6

HADITS KELIMA

امرت ان أحكم بالظاهر واللَّه يتولى السرائر

“Aku telah diperintah untuk menghukumi secara dzhahir (yang tampak) dan Allah yang mengurus secara tersembunyi”

Berkata AS-Sakhowi dalam Al-Maqoshidul Hasanah (hal. 109) : “ Tersebar di kalangan ahli ushul dan ahli Fiqih”

Hadits ini tidak ada wujudnya dalam kitab-kitab hadits hadits yang terkenal (Nukilan dengan ringkas darI Tuhfatul Muhibbin hal. 39)

Lafadz yang shahih adalah hadits dari abu Sa’id Al-Khudri Rhadiyallahu’ anhudari Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassallam , beliau bersabda :

إِنِّي لَمْ أُومَرْ أَنْ أَنْقُبَ عَنْ قُلُوبِ النَّاسِ

“ Sesungguhnya aku tidak diperintah untuk menyelidiki hati-hati manusia” (HR. Bukhari 4351 Dan Muslim 1064)

HADITS KEENAM

اتقوا فراسة المؤمن فإنه ينظر بنور الله تعالى

“Takutlah Firasat seorang Mu’min, Sesungguhnya dia memandang dengan cahaya Allah Ta’ala”

Berkata Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah : “(Hadits) Lemah,  Diriwayatkan dari Abu Said Al-Khudri, Abu Umamah, Abdullah bin Umar dan At-tsauban Rhadiyallahu’ anhum”  (Silsilah Al-Ahadits Ad-Dhoi’fah No. 1821)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 60 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: