Sebuah catatan tentang "Kafir"

Sebuah catatan tentang “Kafir”

Sebagian kaum muslimin terkadang masih belum bisa membedakan antara makna Syirik dan Kafir, mereka menganggapnya memiliki makna yang sama. Dalam keadaan dua kata ini memiliki perbedaan makna walaupun juga memiliki keterkaitan secara langsung. Syirik adalah salah satu sebab kafirnya seseorang dan tidak selalu perbuatan kafir adalah perbuatan Syirik. Seperti seseorang yang  membuang Mushaf Al-Qur’an ke dalam kloset , maka perbuatan ini bukanlah perbuatan syirik akan tetapi merupakan perbuatan kekafiran. Intinya bisa dikatakan bahwa makna syirik itu lebih khusus dibanding makna kafir (lihat catatan kami tentang Syirik).

KAFIR ADA 2 JENIS

JENIS KAFIR PERTAMA :  Kafir Akbar yaitu Kafir yang mengeluarkan pelakunya dari agama Islam

Dasar-dasar perbuatan kafir akbar ini ada 5 Jenis :

Pertama : Kafir Pendustaan (التكذيب )

Dalilnya adalah firman Allah ta’ala :

وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَى عَلَى اللَّهِ كَذِبًا أَوْ كَذَّبَ بِالْحَقِّ لَمَّا جَاءَهُ أَلَيْسَ فِي جَهَنَّمَ مَثْوًى لِلْكَافِرِينَ

Artinya : “Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan kedustaan terhadap Allah atau mendustakan yang hak, tatkala yang Hak itu datang kepadanya? bukankah dalam neraka Jahanam itu ada tempat bagi orang-orang yang kafir ?(QS. Al-Ankabut : 68 )

Sebagaimana orang-orang yang mendustkan ayat-ayat Al-Qur’an atau hadits-hadits yang shohih yang datang dari Rasulullah Sholallahu alaihi wassalam.

Kedua  : Kafir keengganan dan kesombongan (الاباء و الاستكبار  ) dalam keadaan membenarkan

Dalilnya adalah firman Allah ta’ala:

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآَدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ أَبَى وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ

 Artinya :  “Dan (Ingatlah) ketika kami berfirman kepada para malaikat: “Bersujudlah kalian kepada Adam,” Maka bersujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan sombong dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.” (QS. Al-Baqarah : 34)

Sebagaimana kekafiran Yahudi yang mengakui kenabian Muhammad Sholallahu alaihi wassalam dihati-hati mereka tapi mereka berpaling karena kesombongan.

Ketiga : Kafir Keraguan ( الشك )

Dalilnya adalah firman Allah ta’ala :

وَدَخَلَ جَنَّتَهُ وَهُوَ ظَالِمٌ لِنَفْسِهِ قَالَ مَا أَظُنُّ أَنْ تَبِيدَ هَذِهِ أَبَدًا (35) وَمَا أَظُنُّ السَّاعَةَ قَائِمَةً وَلَئِنْ رُدِدْتُ إِلَى رَبِّي لَأَجِدَنَّ خَيْرًا مِنْهَا مُنْقَلَبًا (36) (قَالَ لَهُ صَاحِبُهُ وَهُوَ يُحَاوِرُهُ أَكَفَرْتَ بِالَّذِي خَلَقَكَ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُطْفَةٍ ثُمَّ سَوَّاكَ رَجُلًا (37) لَكِنَّا هُوَ اللَّهُ رَبِّي وَلَا أُشْرِكُ بِرَبِّي أَحَدًا ( 38 )

Artinya : “Dan dia memasuki kebun miliknya sedang dia zalim terhadap dirinya sendiri. Dia berkata: “Aku menyangka  kebun ini tidak akan binasa selama-lamanya, Dan tidaklah aku menyangka hari kiamat itu akan datang, dan jika sekiranya aku dikembalikan kepada Tuhanku, pasti Aku akan mendapat tempat kembali yang lebih baik dari pada kebun-kebun itu”. Kawannya (yang mukmin) Berkata kepadanya, sedang dia bercakap-cakap dengannya: “Apakah kamu kafir kepada (Tuhan) yang menciptakan kamu dari tanah, Kemudian dari setetes air mani, lalu dia menjadikan kamu seorang laki-laki yang sempurna? tetapi Aku (percaya bahwa): dialah Allah, Rabbku, dan Tidaklah aku mempersekutukan sesuatupun bersama Rabbku” (QS. Al-Kahfi : 35-38 )

Sebagaimana orang yang ragu apakah agama Islam ini satu-satunya yang benar ?? atau ragu dan berkeyakinan bahwa bisa jadi agama selain Islam juga berada diatas kebenaran. Dan juga sebagaimana orang yang ragu bahwa surga dan neraka itu benar-benar ada.

Keempat : Kafir berpaling ( الاعراض )

Dalilnya adalah firman Allah ta’ala :

مَا خَلَقْنَا السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا إِلَّا بِالْحَقِّ وَأَجَلٍ مُسَمًّى وَالَّذِينَ كَفَرُوا عَمَّا أُنْذِرُوا مُعْرِضُونَ

Artinya : “Tidaklah kami menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya melainkan dengan (tujuan) yang benar dan dalam waktu yang ditentukan. dan orang-orang yang kafir berpaling dari apa yang diperingatkan kepada mereka.” (QS. Al Ahqof : 3)

Ini adalah keadaan kebanyakkan kaum musyrikin, mereka berpaling dari kebenaran yang dibawa Rasulullah Sholallahu alaihi wassalam.

Kelima : Kafir Munafik ( النفاق)

ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ آَمَنُوا ثُمَّ كَفَرُوا فَطُبِعَ عَلَى قُلُوبِهِمْ فَهُمْ لَا يَفْقَهُونَ

Artinya : “Yang demikian itu adalah karena bahwa sesungguhnya mereka telah beriman, Kemudian menjadi kafir (lagi) lalu hati mereka dikunci mati; Karena itu mereka tidak dapat mengerti.(QS. Al-Munaafiquun : 3)

Munafik terbagi dua, Munafik yang mengeluarkan pelakunya dari Islam dan Munafik yang yang tidak mengeluarkan pelakunya dari Islam. (Silahkan lihat catatan kami tentang sifat-sifat kaum munafik).

 

JENIS KAFIR KEDUA : Kafir Ashgor , yaitu perkara-perkara yang datang penamaannya dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah bahwa perkara tersebut adalah kafir dan datang pula dalil-dalil bahwa perbuatan tersebut tidak sampai mengeluarkan pelakunya dari Islam. Tentunya selama sang pelaku tidak sampai berkeyakinan tentang halalnya perbuatan yang dia lakukan tersebut, apabila dia berkeyakinan dengan keyakinan tersebut maka dia telah kafir dengan keyakinan tersebut bukan karena perbuatannya. Karena dia telah menghalalkan apa yang Allah telah haramkan.

Akan tetapi bukan berarti kita menganggap enteng perbuatan–perbuatan Kafir Ashgor ini walaupun tidak sampai mengeluarkan pelakunya dari Islam, karena perbuatan-perbuatan ini termasuk perbuatan dosa-dosa besar. Dan sebagaimana telah diketahui bahwa dosa-dosa besar tidaklah dihapus dengan mengerjakan amalan-amalan sholih sebagaimana dihapusnya dosa-dosa kecil , seseorang harus bertobat dengan perbuatan-perbuatan dosa besar yang dia lakukan tersebut sebelum maut menjemput. Apabila dia mati dalam keadaan melakukan perbuatan dosa-dosa besar tersebut, maka di akhirat kelak dia dibawah kehendak Allah , apakah akan diampuni atau diadzab, Allah ta’ala berfirman :

Dalilnya firman Allah  ta’ala :”

إِنَّ اللَّهَ لا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا

Artinya : “Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan sesuatu dengan Dia (Syirik) , dan dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, Maka Sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya(QS. An Nisa’: 116) 

Beberapa perbuatan Kafir Ashgor diantaranya adalah :

– Membunuh seorang Muslim, dalilnya adalah Hadits  Rasulullah Sholallahu alaihi wassalam :

سباب المسلم فسوق، وقتاله كفر

 (HR. Bukhori-muslim dari Ibnu Mas’ud Radhiyallau ‘anhu)

“Mencela seorang muslim adalah kefasikkan, dan membunuh seorang muslim adalah kekafiran”

 Merendahkan nasab dan meratapi mayit, dalilnya adalah hadits Rasulullah Sholallahu alaihi wassalam :

إثنتان في الناس هما بهما كفر : النياحة والطعن في الأنساب

“Dua perkara yang ada pada manusia yang merupakan perbuatan kekufuran, merendahkan nasab dan meratapi mayit” (HR. Ahmad dan Muslim dari Abu Hurairoh Radhiyallau ‘anhu,)

Dan hendaknya tidak bermudah-mudahan dalam menvonis kafirnya seseorang, karena ada beberapa perkara yang menjadi sebab tidak bisa dikafirkannya seseorang walaupun dia secara dzhohir telah melakukan perbuatan kekafiran. (Silahkan lihat catatan kami tentang Pembatal Keislaman)

 

%d blogger menyukai ini: