Menemui fajar di bulan Ramadhan dalam keadaan Berhadats Besar

Barangsiapa yang menemui fajar dalam keadaan Junub atau selesai dari haid dan belum sempat mandi wajib , maka puasanya sah dan tetap dapat dilanjutkan. Ini adalah pendapat Mayoritas ulama, bahkan setelah perbedaan pendapat yang terjadi pada zaman tabi’in telah terjadi Ijma’ sebagaimana hal tersebut diinukil oleh Imam An-Nawawi Rahimahullah . Berdasarkan  hadits Ummu Salamah dan Aisyah Rhadiyallahu’ anhuma :

أن رسول الله صلى الله عليه وسلم كان يدركه الفجر، وهو جنب من أهله، ثم يغتسل ويصوم

Artinya : “Sesungguhnya Rasulullah menemui fajar dalam keadaan Junub dari berhubungan dengan istrinya kemudian beliau mandi  dan berpuasa(HR. Bukhori No. 1926 dan Muslim No. 1109)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: