Kumpulan hadits Lemah dan Palsu No. 13 dan 14

HADITS KETIGA BELAS

أبردوا بالطعام فإن الحار لا بركة فيه

“Dinginkanlah makanan, karena makanan yang panas  tidak memiliki berkah”

Berkata Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah : “(Hadits) Lemah,  datang dan disandarkan kepada Ibnu Umar dalam Al-Jami’us Shogir Ad-Dailami, dan diriwayatkan dari Jabir dan Asma’ dikeluarkan oleh Al-Hakim. Disandarkan dari Abu Hurairah dalam Al-Ausath Ath-Thabrani dan disandarkan dari Anas  oleh Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah.”

Kemudian beliau (Al_Albani ) berkata: “ Dan secara keseluruhan. Hadits ini di sisiku adalah lemah karena tidak adanya penguat yang teranggap untuknya. Wallhu a’lam(Silsilah Al-Ahadits Ad-Dhoi’fah No. 1587 dengan sedikit perubahan dan ringkasan)

Datang juga dengan lafadz :

بردوا طعامكم يبارك لكم فيه

“ Dinginkanlah makanan kalian, maka akan diberkahi padanya untuk kalian“

Akan tetapi Lafadz ini pun lemah (Silsilah Al-Ahadits Ad-Dhoi’fah no. 1654)

Adapun yang shahih adalah hadits yang datang dari Asma’ bintu Abu Bakar Rhadiyallahu’ anhuma, sesungguhnya beliau apabila makanan dalam keadaan panas beliau memberinya kuah hingga hilang panas  dan asapnya. Kemudian beliau berkata : “ Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassallam bersabda :

انه أعظم للبركة

”Sesungguhnya (makanan dingin) lebih besar berkahnya”

Hadits ini dkeluarkan oleh Ad-Darimi (2/100) Ibnu Hibban dalam Shahihnya (1344) dan dishahihkan oleh Al-Hakim, Adz Dzahabi dan Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah pun berpendapat yang sama ( Silsilah Al-Ahadits As-Shahihah No. 659 dengan sedikit perubahan dan ringkasan)

HADITS KEEMPAT BELAS

من كرامتي على ربي أني ولدت مختونا

“Termasuk dari karamahku dari Allah, Sesungguhnya aku telah dilahirkan dalam keadaan dikhitan”

Hadits ini dikeluarkan oleh Al-Khatib dalam Tarikh bahgdad (1/329) dan Ibnu Asakir dalam Tarikh Diymasq (3/314) Disandarkan kepada Anas  bin Malik Rhadiyallahu’ anhu, kemudian berkata Al-Khatib : “ Sufyan bin Muhammad Al-Musisi bersendirian dalam riwayat ini dan dia Mungkarul Hadits dan diriwayatkan pula oleh Ibnu Asakir dan di dalamnya terdapat beberapa rawi yang tidak dikenal“

Datang juga dalam riwayat Ibnu Abdil Baar Rahimahullah , disandarkan kepada Abbas Rhadiyallahu’ anhu, beliau berkata :

إن النبي صلى الله عليه وسلم ولد مختونا

” Sesungguhnya Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassallam dilahirkan dalam keadaan sudah dkhitan”

Kemudian Ibnu Abil Baar berkata : ” Dan tidaklah sanadnya tegak”

Dan diriwayatkan pula dari Ibnu Umar secara Mauquf dan sanadnya tidak Shahih. (Nukilan dari Kasyful Litsam karya As-Safarini (1/348) Silahkan merujuk pula Ahkamul Maulud Karya Inul Qoyyim Rahimahullah)

Dilemahkan pula oleh Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah dalam Dho’iful Jami’ No. 5310 dan Silsilah Al-Ahadits Ad-Dhoi’fah No. 6270

2 Tanggapan

  1. ustadz. kalau hadits yang mengatakan “perbedaan adalah rahmat” itu bagaimana, soheh apa palsu?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: