Kumpulan hadits Lemah No. 71-80

HADITS KETUJUH PULUH SATU

من نام بعد العصر فاختلس عقله

“Barangsiapa yang tidur setelah ashar maka akan hilang akalnya”

Berkata Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah : (Hadits) Lemah,  Dikeluarkan oleh Ibnu Hibban dalam Ad-Dhuafa (1/283) disandarkan dari Aisyah dari Nabi Shalallahu ‘alahi wassallam . Dicantumkan pula oleh Ibnul Jauzi dalam Al-Maudu’at (3/69) (Silsilah Al-Ahadits Ad-Dhoi’fah No. 39 dengan ringkasan)

HADITS KETUJUH PULUH DUA

المتمسك بسنتي عند فساد أمتي له أجر شهيد

“Mereka yang berpegang dengan Sunnahku ketika kerusakkan melanda Umatku, pahalanya adalah pahala orang yang mati Syahid”

Berkata Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah : (Hadits) Lemah,  Dikeluarkan oleh Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah (8/200) disandarkan dari Nabi (Silsilah Al-Ahadits Ad-Dhoi’fah No. 327 dengan ringkasan)

Hadits yang shahih adalah hadits :

أن وراءكم أيام الصبر المتمسك فيهن يومئذ بمثل ما أنتم عليه له كأجر خمسين منكم قالوا يا نبي الله أو منهم قال لا بل منكم

“Sesungguhnya termasuk yang akan datang kepada kalian adalah hari-hari penuh kesabaran , bagi orang yang berpegang teguh dengan apa-apa yang kalian (para sahabat) berada di atasnya adalah pahala lima puluh orang dari kalian (para sahabat). Para sahabat bertanya “ Wahai Nabi Allah, ataukah (lima puluh) orang dari mereka ??” beliau menjawab :”Bahkan (lima puluh) orang dari kalian”

Berkata Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah : “Sanadnya Shahih” (Silsilah Al-Ahadits As-Shahihah No. 394)

HADITS KETUJUH PULUH TIGA

نية المؤمن خير من عمله وعمل المنافق خير من نيته

“Niat seorang Mu’min lebih baik dari amalannya dan amalan seorang munafik lebih baik dari niatnya”

Diriwayatkan oleh At-Thabrani dalam Al-Kabir (6/185) dan Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah (3/255) disandarkan dari Sahl bin ‘sa’ad secara marfu (Nukilan Tuhfathul Muhibbin. Hal. 314) .

Hadits ini dilemahkan oleh Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah dalam Dho’iful Jami’ No. 5988

HADITS KETUJUH PULUH EMPAT

الوضوء على الوضوء نور على نور

“Wudhu diatas wudhu adalah cahaya diatas cahaya”

Ibnu hajar menyebutkannya dalam Fathul Bari (1/282) dan beliau berkata : “(Hadits) Lemah”. Dan berkata Al-Iroqi dalam Takhrijul Ihya’ (319) :”Aku tidak menemukan hadits ini memilki asal (dalam kitab2 hadits)”. (Nukilan Tuhfathul Muhibbin. Hal. 150)

Silahkan merujuk Dhoif Targhib wa Tarhib No. No. 140

HADITS KETUJUH PULUH LIMA

لا تكثروا الكلام بغير ذكر الله فإن كثرة الكلام بغير ذكر الله قسوة للقلب وإن أبعد الناس من الله القلب القاسي

“Janganlah banyak berbicara tanpa diiringi menyebut nama Allah, Karena sesungguhnya hal tersebut mematikan hati dan sesungguhnya sejauh-jauh manusia dari Allah adalah orang yang hatinya telah mati”

Berkata Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah : (Hadits) Lemah, Dikeluarkan oleh At-Tirmidzi (2/66) Al-Wahidi dalam Al-Wasith dari Ibnu Umar Rhadiyallahu’ anhuma dari Nabi Shalallahu ‘alahi wassallam. (Silsilah Al-Ahadits Ad-Dhoi’fah No. 920 dengan ringkasan)

Dilemahkan pula oleh Al-Allamah Muqbil bin Hady Al-Wadi’i Rahimahullah dalam tahqiq Ibnu Katsir (1/214).

Datang pula dengan Lafadz :

لا تكثر الضحك فإن كثرة الضحك تميت القلب

“Jangan banyak tertawa, karena sesungguhnya banyak tertawa mematikan hati”

Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Abu Hurairah Radhiyallahu’ anhu dari Rasulullah Shalallahu ‘alahi wassallam . Berkata Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah dalam Silsilah Al-Ahadits As-Shahihah (No. 506) : “Sanad ini Jayyid”.

Lihat juga Silsilah Al-Ahadits As-Shahihah No. 930.

HADITS KETUJUH PULUH ENAM

لا صلاة لجار المسجد الا في المسجد

“”Tidak ada Sholat bagi tetangga Mesjid kecuali Di mesjid”

Berkata Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah : (Hadits) Lemah,  Dikeluarkan oleh Ad-Daruquthni (hal. 161) Al-Hakim (1/236) dari Abu Hurairah Rhadiyallahu’ anhu.

Datang pula dari berbagai jalur periwayatan dari berbagai sahabat secara marfu. Akan tetapi yang shahih ini adalah ucapan Ali Bin Abi Tahlib Rhadiyallahu’ anhu dan bukan Hadits Rasulullah Shalallahu ‘alahi wassallam .

Hadits yang shahih dari Rasulullah Shalallahu ‘alahi wassallam adalah hadits Ibnu Abbas diriwayatkan Ibnu Majah dan At-Thabrani, Rasulullah Shalallahu ‘alahi wassallam bersabda :

من سمع النداء فلم يأته فلا صلاة له إلا من عذر

“Barangsiapa yang mendengar adzan kemudian tidak mendatanginya maka tidak ada sholat baginya, kecuali bagi yang sedang memiliki udzur (halangan)”

Hadits ini Dishahihkan oleh Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah dalam Al-Irwaul Ghalil (No. 551)

(Nukilan dari Silsilah Al-Ahadits Ad-Dhoi’fah No. 183, Al-Irwaul Ghalil No. 491 dan 551)

HADITS KETUJUH PULUH TUJUH

مثل أهل بيتي مثل سفينة نوح من ركبها نجا ومن تخلف عنها غرق

“Permisalah ahlul baitku (anggota keluargaku) adalah semisal kapal nuh, Barangsiapa yang menaikinya maka akan selamat dan barangsiapa yang tidak menaikinya maka akan tenggelam”

Hadits ini Diriwayatkan dari berbagai sahabat diantaranya Abu Dzar, Ibnu Abbas, Abu Thufail dan Abu Sa’id Rhadiyallahu’ anhum. Hadits ini dilemahkan oleh Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah dalam Dho’iful Jami’ (5251). (Nukilan dari Tuhfathul Muhibbin. Hal. 122)

HADITS KETUJUH PULUH DELAPAN

Diriwayatkan bahwa Allah berfirman :

يا ابن آدم: إنك ما ذكرتنى شكرتنى وما نسيتنى كفرتنى

“ Wahai Bani Adam, sesungguhnya apabila kalian mengingatku maka kalian telah bersyukur kepadaku dan apabila kalian telah melupakanku maka kalian telah kafir terhadapku”

Berkata Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah :   (Hadits) sangat Lemah,  Dikeluarkan oleh Abu Nua’im dalam Al-Hilyah (4/337-338) disandarkan dari Abu Hurairah secara marfu. (Silsilah Al-Ahadits Ad-Dhoi’fah No. 4041 dengan ringkasan)

HADITS KETUJUH PULUH DELAPAN

إياكم والحسد فإن الحسد يأكل الحسنات كما تأكل النار الحطب

Berhati-hatilah kalian dari iri (dengki) karena sesungguhnya kedengkian memakan amalan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar”

Berkata Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah : (Hadits) Lemah,  Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dalam At-Tarikh (1/1/272) dan Abu Dawud (2/4903). Berkata Al-Bukhari :”Tidak Shahih” .

(Nukilan dari Silsilah Al-Ahadits Ad-Dhoi’fah No. 1902 dengan ringkasan.

Lihat pula lafadz yang berbeda dengan makna yang serupa dalam Silsilah Al-Ahadits Ad-Dhoi’fah No. 1901

HADITS KEDELAPAN PULUH

جنبوا مساجدنا صبيانكم و مجانينكم و شراءكم و بيعكم و خصوماتكم و رفع أصواتكم و إقامة حدودكم

“Jauhkan mesjid-mesjid kami dari anak-anak, orang gila, jual-beli, permusuhan, saling mengangkat suara dan penegakkan hukum (Qishos) kalian”

Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Watsilah bin Al-Asyqo’ secara marfu dan datang pula riwayat dari Abu Darda’, Abu Umamah serta dari Muadz Bin Jabal Radhiyallahu’ anhum dalam riwayat At-Thabrani. Dan seluruhnya lemah.

(Nukilan dari Ad-Dho’if At-Targhib No. 186-188)

Hadits ini dilemahkan pula oleh Al-Allamah Muqbil bin Hady Al-Wadi’i dalam Ijabatus sa’il hal. 191 dan 360

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: