Kuumpulan hadits lemah dan palsu No. 61-70

HADITS KE ENAM PULUH SATU

من أعان ظالمًا سلطه الله عليه

“Barangsiapa yang meolong orang dzalim, maka Allah akan menjadikan orang dzalim itu menguasainya”

Berkata Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah : (Hadits) Palsu. Dikeluarkan oleh Abu Hafs Al-Katani dari Abdullah bin Mas’ud secara marfu (Silsilah Al-Ahadits Ad-Dhoi’fah 1937 dengan ringkasan)

HADITS KE ENAM PULUH DUA

من حفظ على أمتي أربعين حديثا من سنتي أدخلته يوم القيامة في شفاعتي

Barangsiapa dari umatku hapal empat puluh hadits dari Sunnahku, maka aku akan memasukkannya di hari kiamat dalam syafa’atku”

Hadits ini Diriwayatkan oleh Al-Khotib dan Ibnu Hibban dari Ibnu Abbas Rhadiyallahu’ anhuma. Datang  juga dengan lafadz-lafadz berbeda dengan makna yang sama diriwayatkan dari beberapa sahabat, Semuanya adalah hadits lemah.

Berkata Ad-Daruquthni : “Tidak tsabit sama sekali dari jalur-jalur periwayatannya” Berkata Al-Baihaqi : ” Seluruh sanad-sanadnya lemah” beliau juga berkata “Lafadznya terkenal akan tetapi tidak memiliki sanad yang shahih” (Nukilan dari Tuhfathul Muhibbin. Hal. 130)

Hadits ini dilemahkan oleh Al-Allamah Muqbil bin Hady Al-Wadi’i dalam kitabnya As-Syafa’at (No. 206-207). Dilemahkan pula oleh Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah dalam kitab-kitabnya diantaranya dalam Silsilah Al-Ahadits Ad-Dhoi’fah no.(1/415) dan Takhrij Al-Musykat (258)

HADITS KE ENAM PULUH TIGA

من خرج في طلب العلم كان في سبيل الله حتى يرجع

“Barangsiapa yang keluar dalam rangka menuntut ilmu, maka dia berada di Jalan Allah sampai dia kembali”

Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan Ad-Darimi dari Anas . Berkata Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah : dalam Takhrij Al-Musykat (220) : “(Hadits) Lemah”

Hadits yang shahih adalah dari Abu Hurairah Rhadiyallahu’ anhu, Rasulullah Shalallahu ‘alahi wassallam bersabda :

من سلك طريقا يلتمس به علما سهل الله له طريقا إلى الجنة

“Barangsiapa yang menempuh suatu jalan dalam rangka menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkannya jalan menuju surga”

Hadits ini Dishahihkan Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah dalam Shahih At-Tirmidzi No. 2646

HADITS KE ENAM PULUH EMPAT

من عير أخاه بذنب لم يمت حتى يعمله

Barangsiapa yang mencela saudaranya disebabkan dosa-dosanya, maka dia tidak akan wafat sampai dia mengamalkannya”

Berkata Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah : (Hadits) Palsu, Dikeluarkan oleh At-Tirmidzi (3/318) dan Ibnu Abi Dunya dalam Dzamul ghibah dari Mu’adz bin Jabal Rhadiyallahu’ anhusecara Marfu ( Silsilah Al-Ahadits Ad-Dhoi’fah No. 178 dengan ringkasan). Lihat pula Takhrij Al-Musykat No. 4855

HADITS KE ENAM PULUH LIMA

من كثر كلامه كثر سقطه ومن كثر سقطه كثرت ذنوبه ومن كثرت ذنوبه كانت النار أولى

“”Barangsiapa yang banyak bicara maka banyak salahnya dan barangsiapa yang banyak salahnya maka banyak dosanya dan barangsiapa yang banyak dosanya maka neraka lebih berhak baginya”

Diriwayatkan oleh Ad-Dulabi dalam Al-Kuna (2/290) dal Al-Uqoili dalam Ad-Dhuafa (3/384) disandarkan dari Ibnu Umar dari Nabi Shalallahu ‘alahi wassallam . Berkata Al-Uqoili : “ Hadits ini tidak terjaga” (Nukilan Tuhfathul Muhibbin. No. 137)

Hadits ini dilemahkan pula oleh Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah dalam Dho’iful Jami’ (5827)

Hadits yang shahih datang dari Abu Hurairah Rhadiyallahu’ anhu, Rasululullah bersabda :

وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah berkata yang baik atau diam” (Mutaffaqun alaihi)

HADITS KE ENAM PULUH TUJUH

من لم يهتم بأمر المسلمين فليس منهم

“Barangsiapa yang tidak mengurusi kepentingan kaum muslimin, maka dia bukan termasuk dari golongan mereka”

Berkata Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah : (Hadits) Lemah,  Dikeluarkan oleh At-Thabrani dalam As-Shagir (hal. 188) dan Abu Nua’im dalam Akhbar ashbahan (2/252) disandarkan dari Hudzaifah Ibnul Yaman Radhiyallahu’ anhu dari Rasulullah Shalallahu ‘alahi wassallam (Silsilah Al-Ahadits Ad-Dhoi’fah No. 312 dengan ringkasan)

Datang pula degan lafadz-lafadz  berbeda, siahkan merujuk Silsilah Al-Ahadits Ad-Dhoi’fah No. 309-311

HADITS KE ENAM PULUH DELAPAN

من مات فقد قامت قيامته

“Barangsiapa yang meninggal, maka telah tegak kiamatnya”

Berkata Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah : (Hadits) Lemah,  Berkata Aal-Hafidz Al-Iroqi dalam Takhriju Ihya (4/56) :”Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Dunya dalam Kitabul Maut dari hadits Anas  dengan sanad yang lemah “ (Silsilah Al-Ahadits Ad-Dhoi’fah No. 1166 dengan ringkasan)

HADIST KE ENAM PULUH SEMBILAN

من مات مريضا مات شهيدا

“Barangsiapa yang meninggal dalam keadaan sakit maka dia mati syahid”

Diriwayatkan oleh Ibnu Majah (1615) dan Al-Baihaqi. Dilemahkan oleh Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah dalam Takhrij Al-Musykat (No. 1595) dan Dho’iful Jami’ (5862). Dicantumkan pula oleh Ibnul Jauzi dalam Al-Mau’duat.

Hadits yang shahih adalah hadits yang datang dari Abu Umamah Rhadiyallahu’ anhu dalam riwayat At-Thabrani dan Al-Hakim, Rasulullah Shalallahu ‘alahi wassallam bersabda :

إن العبد إذا مرض أوحى الله إلى ملائكته إنى قيدت عبدى بقيد من قيودى فإن أقبضه أغفر له وإن أعافه فحينئذ يقعد لا ذنب له

“Sesungguhnya seorang hamba apabila sedang sakit, Allah berfirman kepada malaikat-malaikatnya : “Wahai malaikat-malaikatku, aku telah membelenggu hambaku dengan belenggu dari belenggu-belengguku. Maka apabila aku mewafatkannya aku akan mengampuninya dan apabila aku menyembuhkannya maka kapan saja dia duduk (sehat) dia tidak lagi memiliki dosa-dosa” “ (Silahkan merujuk Silsilah Al-Ahadits As-Shahihah No. 1611)

HADITS KETUJUH PULUH

مَنْ مَلَكَ زَادًا وَرَاحِلَةً يَبْلُغُ بِهِ إِلَى بَيْتِ اللهِ فَلَمْ يَحُجَّ فَلا عَلَيْهِ أَنْ يَمُوتَ يَهُودِيًّا أَوْ نَصْرَانِيًّا

“Barangsiapa yang memiliki bekal dan kendaraan yang mencukupi hingga Baitullah, kemudian dia tidak berhaji maka tidak akan ada bedanya dia mati dalam keadaan Yahudi atau Nasrani”

Dikeluarkan oleh At-Tirmidzi (812) Al-Bazaar dalam Al-Musnad (861) dari Ali bin Abi Thalib Rhadiyallahu’ anhu.

Berkata At-Tirmidzi : “Haditsi Gharib (asing)”

Ibnul Jauzi mencantumkan hadits ini dalam Al-Mau’du’at (2/12) datang juga jalur lain dari Hadits Abu Hurairah Radhiyallahu’ anhu dan Abu Umamah Radhiyallahu’ anhu ,keduanya lemah. (nukilan Tuhfathul Muhibbin. Hal. 140)

Disebutkan dalam tafsir Ibnu katsir dalam tafsir surat Ali Imran ayat 97, Umar bin Khatab Rhadiyallahu’ anhu berkata : “Barangsiapa yang mampu berhaji dan dia tidak melakukannya, maka sama saja baginya mati sebagai yahudi atau nasrani”

Berkata Ibnu Katsir : ”Sanad ini shahih hingga Umar Rhadiyallahu’ anhu”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: