Inilah Uhud dan Kisah Tentangnya….

mount uhud

Inilah Uhud ….., Sebuah gunung (bukit) yang terletak di sebelah utara kota madinah , tingginya sekitar 350 meter  .  warna bebatuannya kemerah-merahan, memanjang dari tenggara ke arah barat laut dengan panjang tujuh kilometer dan lebar hampir mencapai tiga kilometer. Uhud adalah gunung terbesar dan tertinggi di Madinah , di kaki gunung uhud inilah sebuah peristiwa besar terjadi . Sebuah pertempuran antara kaum muslimin dan pasukan kafir yang datang dari Mekkah tercatat dalam sejarah terjadi di bulan Sya’ban Tahun Tiga  Hijriyah, sebagian ahli sejarah mengatakan terjadi di Bulan Syawal tahun 3 hijriyah.

Inilah Uhud……, sebuah gunung yang dicintai Rasulullah Shalallahu alaihi wassallam dan para sahabatnya, begitu juga sebaliknya. Uhud mencintai Rasulullah Shalallahu alaihi wassallam dan para sahabatnya .. Maka kami juga mencintaimu wahai Uhud… dan semoga engkau mencintai kami…

عَنْ أَنَسٍ قَالَ نَظَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى أُحُدٍ فَقَالَ إِنَّ أُحُدًا جَبَلٌ يُحِبُّنَا وَنُحِبُّهُ

Dari Anas Radhiyallahu anhu , beliau berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memandang gunung Uhud kemudian bersabda: “Sesungguhnya Uhud adalah bukit yang mencintai kita dan kita pun mencintainya.” ( HR Muslim 2468)

bukit uhud

Inilah Uhud……, sebuah gunung yang telah dibawa bicara oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan menjadi saksi sebuah Kabar Nubuwah bahwa Abu Bakar adalah seorang yang terpercaya, dan Umar dan Utsman akan mati syahid…..

Dari Anas bin Malik , beliau berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menaiki gunung Uhud beserta Abu Bakar, Umar dan Utsman Radhiyallahu anhum. Maka-tiba-tiba uhud bergoncang, maka segera Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memukulkan kakinya dan berkata,

اثْبُتْ أُحُدُ فَإِنَّمَا عَلَيْكَ نَبِيٌّ وَصِدِّيقٌ وَشَهِيدَانِ

“Tenanglah wahai Uhud, karena di atasmu sekarang ada seorang nabi, seorang shiddiiq, dan dua orang syahiid”  (HR. Bukhori 3472)

Inilah Uhud,…. gunung yang apabila kita bersedekah emas sebesarnya tidak akan bisa menyamai derajat sedekah para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam setengah mud sekalipun…

 عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَسُبُّوا أَصْحَابِي فَوَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ أَنْفَقَ مِثْلَ أُحُدٍ ذَهَبًا مَا أَدْرَكَ مُدَّ أَحَدِهِمْ وَلَا نَصِيفَهُ

dari Abu Sa’id Al Khudri Radhiyallahu ‘anhu , beliau  berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Janganlah kalian mencela sahabat-sahabatku. Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sekiranya salah seorang dari kalian bersedekah dengan emas sebesar gunung uhud, maka ia tidak akan bisa menyamai satu mud salah seorang dari mereka, atau setengahnya.” (HR  Ibnu Majah No. 157)

Dan inilah Uhud….. , sebesar gunung inilah pahala seorang muslim yang menyholatkan jenazah saudaranya …. sebagaimana dalam sebuah hadits..

نْ ثَوْبَانَ مَوْلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ صَلَّى عَلَى جَنَازَةٍ فَلَهُ قِيرَاطٌ فَإِنْ شَهِدَ دَفْنَهَا فَلَهُ قِيرَاطَانِ الْقِيرَاطُ مِثْلُ أُحُدٍ

Dari Tsauban Radhiyallahu anhu , maula Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa menshalatkan jenazah, maka baginya satu qirath pahala. Dan bila turut menyaksikan pemakamannya, maka baginya dua qirath pahala. Sedangkan besar satu qirath seperti besarnya gunung Uhud.”  (HR. Muslim 1575)

bukit uhudSampai-sampai Abdullah bin Umar Radhiyallahu anhuma merasa sangat menyesal karena merasa banyak kehilangan kesempatan mendapatkan pahala sebesar itu, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim ketika khabbab berkata, “Wahai Abdullah bin Umar, tidakkah engkau mendengar apa yang dikatakan oleh Abu Hurairah, bahwa dia pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ‘Barangsiapa yang menghadiri jenazah, lalu ia menshalatkannya dan turut mengantarkannya hingga jenazah itu dikuburkan, maka baginya dua qrath pahala. Setiap qrath adalah seperti gunung Uhud. Dan siapa yang menshalatinya lalu ia langsung pulang, maka baginya adalah pahala seperti gunung Uhud.'” Maka Ibnu Umar pun mengutus Khabbab kepada Aisyah Radhiyallahu anha untuk menanyakan ungkapan Abu Hurairah. Setelah itu, dia kembali untuk mengabarkan perihal komentar Aisyah. Setelah melihat dia kembali, Ibnu Umar langsung mengambil segenggam pasir yang terhampar di dalam Masjid, ia membolak-balikkannya di tangan hingga utusannya kembali. Sesampainya di situ, sang utusan pun berkata; Aisyah berkata, “Abu Hurairah telah berkata benar.” Maka seketika itu, Ibnu Umar pun langsung menghempaskan segenggam tanah di tangannya ke tanah, kemudian ia berkata, “Sungguh, kita telah melewatkan qirath yang banyak.” (HR Muslim 1574)

Wallahu A’lam, Zakariya Ibnu Zulkifli

Samarinda, 29 Muharram 1437 H / 11 Nov 2015

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: