Inilah Uhud dan Kisah Tentangnya….

mount uhud

Inilah Uhud ….., Sebuah gunung (bukit) yang terletak di sebelah utara kota madinah , tingginya sekitar 350 meter  .  warna bebatuannya kemerah-merahan, memanjang dari tenggara ke arah barat laut dengan panjang tujuh kilometer dan lebar hampir mencapai tiga kilometer. Uhud adalah gunung terbesar dan tertinggi di Madinah , di kaki gunung uhud inilah sebuah peristiwa besar terjadi . Sebuah pertempuran antara kaum muslimin dan pasukan kafir yang datang dari Mekkah tercatat dalam sejarah terjadi di bulan Sya’ban Tahun Tiga  Hijriyah, sebagian ahli sejarah mengatakan terjadi di Bulan Syawal tahun 3 hijriyah.

Inilah Uhud……, sebuah gunung yang dicintai Rasulullah Shalallahu alaihi wassallam dan para sahabatnya, begitu juga sebaliknya. Uhud mencintai Rasulullah Shalallahu alaihi wassallam dan para sahabatnya .. Maka kami juga mencintaimu wahai Uhud… dan semoga engkau mencintai kami… Baca lebih lanjut

Hukum Memberi Tanda Adanya Resepsi Pernikahan

Oleh : Syaikh Ibnu Utsaimin Rahimahullahu

Soal : Apa hukum menggantungkan pelepah kurma di dinding sebagai tanda bahwa sesungguhnya di dalam (Rumah) terjadi pernikahan ???
Jawab : Aku tidak memandang dalam perkara ini sesuatu yang menghalangi, karena sesungguhnya mereka tidak menginginkan untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan perbuatan ini . Sesungguhnya mereka hanya menjadikannya sebagai tanda sebagaimana dinyalakannya lampu-lampu di sebagian tempat dan mengecat rumah dan sekitarnya sebagai tanda bahwa sesungguhnya di dalam (rumah) telah terjadi pernikahan dan semoga saja sampai ke dalam sabda Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassallam ” Umumkanlah pernikahan”
Liqo’ Al-Babil Maftuh 111/9

Berziaroh Ke Kota Suci Madinah

Madinah, kota yang dulu awalnya adalah salah satu bagian dari negeri  Yatsrib. Kota yang kini menjadi tujuan kedua kaum muslimin untuk berziarah.  Kota dimana Rasulullah Shalallahu alaihi Wassallam dimuliakan penduduknya ketika kaumnya sendiri di  Mekkah menghinakannya. Kota dimana islam berkembang begitu pesatnya dan kemudian menyebar ke seantero alam. ..

DATA TERKAIT KOTA MADINAH

Luas : 589 Km2

Penduduk :  1.300.000 (2006)

Kepadatan : 2.207,1/km²

Temperatur : Suhu tertinggi berkisar antara 30 °C sampai 45 °C pada waktu musim panas, dan suhu rata-rata berkisar antara 10 °C sampai 25 °C

Kordinat : 24° 28′ 0″ N, 39° 36′ 0″ E

Gambar (PETA KOTA MADINAH)

SEBAGIAN KECIL DARI KEUTAMAAN KOTA MADINAH

عَنْ عَبْدِاللهِ بْنِ زَيْدِ بْنِ عَاصِمٍ ؛ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ:

إِنَّ إَبْرَاهِيْمَ حَرَّمَ مَكَّةَ وَدَعَا ِلأَهْلِهَا. وَإِنِّي حَرَّمْتُ الْمَدِيْنَةَ كَمَا حَرَّمَ إِبْرَاهِيْمُ مَكَّةَ. وَإِنِّي دَعَوْتُ فِي صَاعِهَا وَمُدِّهَا بِمِثْلَىْ مَا دَعَا بِهِ إِبْرَاهِيْمُ ِلأَهْلِ مَكَّةَ

 Dari Abdullah bin Zaid bin `Ashim Radhiyallahu’anhu: Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Sesungguhnya Ibrahim telah mengharamkan Mekah dan mendoakan penduduknya dan sesungguhnya aku pun mengharamkan Madinah sebagaimana Ibrahim telah mengharamkan Mekah. Dan sesungguhnya aku juga berdoa agar setiap sha` dan mudnya diberkahi dua kali lipat dari yang didoakan Ibrahim untuk penduduk Mekah. (HR. Muslim)

عَنْ ابي هُرَيْرَةَ ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، يَقُولُ : قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : أُمِرْتُ بِقَرْيَةٍ تَأْكُلُ الْقُرَى يَقُولُونَ يَثْرِبُ وَهْيَ الْمَدِينَةُ تَنْفِي النَّاسَ كَمَا يَنْفِي الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu’ anhu berkata, “Rasulullah Shalallahu alaihi Wassallam bersabda, ‘Saya diperintahkan pergi ke suatu desa yang memakan desa-desa yang lain, mereka menyebutnya Yatsrib. Yaitu, Madinah, yang meniadakan manusia (yang buruk) sebagaimana اembusan tukang besi  meniadakan kotoran besi. (HR. Bukhari-Muslim)

عَنْ سُفْيَانَ بْنِ أَبِي زُهَيْرٍ ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، أَنَّهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ : تُفْتَحُ الْيَمَنُ ، فَيَأْتِي قَوْمٌ يُبِسُّونَ ، فَيَتَحَمَّلُونَ بِأَهْلِيهِمْ وَمَنْ أَطَاعَهُمْ ، وَالْمَدِينَةُ خَيْرٌ لَهُمْ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ ، وَتُفْتَحُ الشَّامُ ، فَيَأْتِي قَوْمٌ يُبِسُّونَ ، فَيَتَحَمَّلُونَ بِأَهْلِيهِمْ وَمَنْ أَطَاعَهُمْ ، وَالْمَدِينَةُ خَيْرٌ لَهُمْ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ ، وَتُفْتَحُ الْعِرَاقُ ، فَيَأْتِي قَوْمٌ يُبِسُّونَ ، فَيَتَحَمَّلُونَ بِأَهْلِيهِمْ وَمَنْ أَطَاعَهُمْ ، وَالْمَدِينَةُ خَيْرٌ لَهُمْ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ

 Sufyan bin Abu Zuhair Radhiyallahu’ anhu . berkata, “Saya mendengar Rasulullah Shalallahu alaihi Wassallam bersabda, ‘Yaman itu akan ditaklukkan. Maka, datanglah satu kaum yang menggiring binatangnya. Mereka membawa keluarganya dan orang-orang yang menaatinya, sedang Madinah itu lebih baik bagi mereka. Seandainya mereka mengetahui Syam itu akan ditaklukkan, maka akan datang padanya suatu kaum dengan menggiring binatang ternaknya dan membawa keluarganya dan orang-orang yang menaatinya. Padahal, Madinah itu lebih baik bagi mereka, jika mereka mengetahuinya. Irak akan ditaklukkan, maka datanglah suatu kaum yang menggiring binatangnya. Lalu, mereka membawa keluarganya dan orang-orang yang menaatinya. Padahal, Madinah itu lebih baik bagi mereka, jika mereka mengetahuinya.” (HR. Bukhari-Muslim)

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ : إِنَّ الإِيمَانَ لَيَأْرِزُ إِلَى الْمَدِينَةِ كَمَا تَأْرِزُ الْحَيَّةُ إِلَى جُحْرِهَا

Abu Hurairah Radhiyallahu’ anhu mengatakan bahwa Rasulullah Shalallahu alaihi Wassallam . bersabda, “Sesungguhnya iman itu berkumpul ke Madinah sebagaimana ular berkumpul di lubangnya.” (HR. Bukhari-Muslim)

عن سَعْدًا ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، قَالَ : سَمِعْتُ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ لاَ يَكِيدُ أَهْلَ الْمَدِينَةِ أَحَدٌ إِلاَّ انْمَاعَ كَمَا يَنْمَاعُ الْمِلْحُ فِي الْمَاءِ

Dari Sa’ad Radhiyallahu’ anhu berkata, “Saya mendengar Nabi Shalallahu alaihi Wassallam bersabda, ‘Tidaklah seseorang membuat tipu daya terhadap penghuni Madinah melainkan ia akan hancur sebagaimana hancurnya garam dalam air.'” (HR. Bukhari-Muslim)

Dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘Anhuma, ia pernah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,

مَنْ صَبَرَ عَلَى لَأْوَائِهَا كُنْتُ لَهُ شَفِيعًا أَوْ شَهِيدًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Siapa bersabar dengan  kesukaran di Madinah, maka aku akan memberi syafa’at atau menjadi saksi untuknya padahari kiamat (HR. Muslim)

TEMPAT-TEMPAT YANG DISUNNAHKAN  UNTUK DIKUNJUNGI DI KOTA MADINAH

1. MESJID NABAWI

 Gambar

(Mesjid Nabawi Malam Hari) Baca lebih lanjut

Hukum meninggalkan salah satu dari rukun Islam

Soal : Apabila seorang muslim meninggalkan salah satu rukun dari rukun Islam apakah dia dikafirkan???

Jawab : Apabila dia meninggalkan syahadat (persaksian) bahwa tidak ada sesembahan yang hak kecuali Allah dan bahwa Muhammad Shalallahu ‘alaihi wassallam adalah utusan Allah maka dia telah menjadi kafir berdasarkan Ijma’. Tidak ada perbedaan pendapat dalam hal ini

Adapun apabila dia meninggalkan empat perkara lainnya yaitu sholat, zakat, puasa dan haji atau salah satunya , maka telah terjadi perbedaan pendapat di kalangan ulama, dan diriwayatkan dalam salah satu riwayat dari imam Ahmad bahwa beliau berpendapat bahwa yang meninggalkan salah satu saja dari perkara tersebut maka telah kafir.

Akan tetapi pendapat ini lemah berdasarkan dalil-dalil, dan yang benar adalah pelakunya tidak dikafirkan kecuali meninggalkan sholat.[1]

Akan tetapi ini hukum bagi yang masih mengakui kewajiban empat perkara tersebut, adapun bagi yang mengingkari kewajiban salah satu dari rukun Islam tersebut maka dia dikafirkan berdasarkan Ijma’ walaupun dia mengerjakannya.

 Wallahu a’lam

Dinukil secara makna dari Syarah Arbain An-Nawawiyah , Ibnu Utsaimin Rahimahullahu , Hadits Kedua.


[1] Ini adalah pendapat beliau (ibnu Utsaimin Rahimahullahu ) dalam masalah orang yang meninggalkan sholat, dan Khilaf dalam masalah ini sudah ma’ruf. Silahkan lihat pembahasannya disini

 

Waria (Banci) dalam syariat Islam

PENGERTIAN WARIA (Al-Mukhonats )

Waria (dari wanitapria) atau wadam (dari hawaadam) dalam pengertian istilah umum diartikan sebagai laki-laki yang lebih suka berperan sebagai perempuan dalam kehidupannya sehari-hari. (Wikipedia)

Adapun dalam bahasa Arab, Waria dikenal dengan Al-Mukhonats (selanjutnya istilah ini yang akan kita gunakan untuk waria, wadam,bencong,banci)  dan secara Istilah Syariat, didefinisikan oleh Ibnu Hajar Al-Asqalani Rahimahullahu sebagai laki-laki yang menyerupai  wanita dalam gerakan, gaya bicara dan sebagainya. Apabila hal tersebut merupakan asli dari penciptaan dia (dari lahir. Pent) maka dia tidak bisa disalahkan dan dia diharuskan menghilangkan hal tersebut. Dan apabila hal tersebut merupakan sesuatu yang datang dari keinginannya dan dia berusaha untuk bisa seperti itu maka hal tersebut merupakan sesuatu yang tercela dan dengan itu ditetapkanlah nama Al-Mukhonats (Waria) untuknya baik dia melakukan perbuatan kotor (Homoseksual) ataupun tidak. (Fathul Bari’, 9/334 Secara makna) Baca lebih lanjut

Jarh Wa Ta'dil di kalangan penuntut ilmu

Sebuah kesalahan akan selalu hinggap kepada seorang insan, tidak memandang  apakah orang tersebut orang biasa, penuntut ilmu atau ulama. Insya Allah semua orang berakal mengakuinya, dan hanya orang sombong dan angkuh yang tidak mengakui bahwa dirinya bisa terjatuh dalam kesalahan. Dan ini ditegaskan lagi oleh Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassallam :

كل بني آدم خطاء و خير الخطائين التوابون

Artinya : “Setiap anak Adam itu mempunyai banyak kesalahan dan sebaik-baik orang yang mempunyai banyak kesalahan ialah orang-orang yang banyak bertaubat.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albaniy dalam Shahih Tirmidziy dari sahabat Anas bin Malik Rhadiyallahu ‘anhu ).

Dan kesalahan-kesalahan ini terjadi menyeluruh, bisa terjadi di akhlak kita, perkataan kita, tingkah laku kita, dan pada para ulama terkadang terjadi pada fatwa-fatwa mereka.

Dan catatan kali ini adalah sebuah catatan tentang menyikapi “kesalahan” ulama, sebuah catatan yang mudahan bermanfaat, karena terkadang sebagian penuntut ilmu ketika menemukan sebuah perkara atau fatwa yang dinisbahkan pada satu ulama tertentu yang mereka anggap salah maka mereka tergesa-gesa dan terburu-buru mengangkatnya tinggi-tinggi ke hadapan umat, bukan untuk memberi penjelasan kepada umat tentang kesalahan fatwa tersebut akan tetapi lebih kepada usaha untuk menjatuhkan derajat dan kedudukan ulama tersebut dalam keadaan ulama tersebut adalah ulama yang terkenal sebagai ulama yang memperjuangkan sunnah Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassallam. Dan seandainya saja mereka mau jujur dan adil mau menimbang kesalahan fatwa ulama tersebut dibandingkan dengan  fatwa-fatwa mereka yang mencocoki sunnah maka sungguh bagai tetesan air najis di tengah danau, maka tidak membuat perubahan pada air danau tersebut.

Ibnu Utsaimin Rahimahullahu telah memberikan tahapan-tahapan bagi setiap orang terkhusus penuntut ilmu apabila melihat suatu kesalahan pada fatwa para ulama, tahapan-tahapan yang seandainya seseorang mau mengambilnya maka selamatlah dirinya dari kebodohan dan ketergesa-gesaan . Kami terjemahkan secara bebas dengan tanpa merubah maknanya. Berikut nukilannya :

Apabila seseorang mendengar nukilan atau selentingan tentang sesuatu dari ulama Rabbaniyun yang menurut dia layak untuk diingkari, maka berikut tahapan-tahapannya : Baca lebih lanjut

Ebook Tauhid

Ebook

PERKARA-PERKARA

PENTING YANG WAJIB DIKETAHUI OLEH SETIAP MUSLIMIN DAN MUSLIMAT

Sebuah terjemah dari risalah :

الواجبات المتحتمات المعرفة على كل مسلم و مسلمة

Penerjemah : Ibnu Zulkifli As-Samarindy

Daftar kandungan ebook :

  • Tiga Landasan Yang Wajib Diketahui Oleh Setiap Muslimin Dan Muslimat
  • Landasan Dan Kaidah Agama Ada 2 Perkara
  • Syarat-Syarat لا إله إلا الله” (” La Ilaha Ilallah”)
  • Dalil-Dalil Dari Al-Qur’an Dan As-Sunnah Tentang Syarat

لا إله إلا الله (” La Ilaha Ilallah”)

  • Pembatal – Pembatal Keislaman
  • Tauhid Ada 3 Jenis
  • Lawan Tauhid Yaitu Syirik
  • Syirik Akbar
  • Syirik Ashgor
  • Syirik Khofi’
  • Kafir Ada 2 Jenis
  • Kafir Akbar
  • Kafir Ashgor
  • Jenis-Jenis Munafik
  • Munafiq Keyakinan (اعتقادي)
  • Munafik  Amalan (عملي)
  • Makna Thogut, Para Pemimpinnya Dan Jenis-Jenisnya

Download Ebooknya disini
Untuk kitab asli beserta Syarahnya dapat download disini

Ebook Hadits Palsu dan lemah

Ebook : Seuntai Kabar Tentang Hadits Palsu

dan Lemah diatas Mimbar

Disusun oleh : Ibnu Dzulkifli As-Samarindy

Ebook download disini

Daftar isi Download disini

Daftar isi :

  1. Kata Pengantar …………………………………………………………………………………………….
  2. Pengantar Kitab ……………………………………………………………………………………………
  3. Hadits Maqbul (Diterima)  …………………………………………………………………………………
  4. Hadits Mardud (Ditolak): …………………………………………………………………………………..
  5. Sebagian Istilah-istilah Ilmu Hadits   ……………………………………………………………………
  6. Hadits Shahih ………………………………………………………………………………………………
  7. Hadits Hasan ……………………………………………………………………………………………….
  8. Hadits Dho’if (Lemah)  ……………………………………………………………………………………
  9. Hadits Maudhu’  (Palsu) …………………………………………………………………………………
  10. Hadits Munkar (Mungkar) …………………………………………………………………………………
  11. Hadits Marfu’ ……………………………………………………………………………………………….
  12. Mauquf  ……………………………………………………………………………………………………..
  13. Hadits Mursal ………………………………………………………………………………………………
  14. Sanad atau Isnad  …………………………………………………………………………………………
  15. Matan  ………………………………………………………………………………………………………
  16. Rawi atau Perawi  ………………………………………………………………………………………….
  17. Contoh pengenalan istilah-istilah hadits  ………………………………………………………………..
  18. BAGIAN PERTAMA : Hukum beramal dengan hadits lemah
  19. Hukum beramal dengan hadits lemah  ………………………………………………………………….
  20. Hukum orang-orang yang bermudah-mudahan dalam meriwayatkan hadits ……………………….
  21. Bagaimana cara menyampaikan hadits lemah  ………………………………………………………..
  22. BAGIAN KEDUA :Hadits-hadits palsu dan lemah yang beredar di tengah kaum muslimin
  23. Hadits “Perkara Halal yang paling dibenci Allah adalah Thalaq” ……………………………………..
  24. Hadits “Perbedaan di kalangan umatku adalah rahmat”  ……………………………………………..
  25. Hadits “Jarak empat puluh rumah adalah tetangga” …………………………………………………..
  26. Hadits “ Hak tetangga hingga 40 rumah”   ………………………………………………………………
  27. Hadits Shahih : “ Jibril tidak pernah berhenti mewasiatiku tentang tetangga” ………………………
  28. Hadits “Tuntutlah ilmu walaupun sampai ke negeri cina” …………………………………………….
  29. Hadits “Aku telah diperintah untuk menghukumi secara dzhahir (yang tampak) ………………….
  30. Hadits Shahih  “ Sesungguhnya aku tidak diperintah untuk menyelidiki hati-hati manusia”  ……..
  31. Hadits “Takutlah Firasat seorang Mu’min”    ……………………………………………………………
  32. Hadits “Beramallah untuk duniamu seakan-akan engkau akan hidup selamanya “  ………………
  33. Hadits “ Perbaikilah dunia kalian dan beramallah untuk akhirat kalian seakan-akan kalian …….. Baca lebih lanjut

E-Book Ramadhan

Marhaban Ya Ramadhan

(Sebuah panduan ringkas menyambut Ied Dan Ramadhan)

Disusun : Ibnu Dzulkifli As-Samarindy

DAFTAR ISI

  1. Kata Pengantar    ……………………………………………………………..2
  2. MASALAH YANG BERKAITAN DENGAN BULAN SYA’BAN …4
  3. Memperbanyak Puasa di Bulan Sya’ban ………………………………….5
  4. Larangan mendahului Puasa Ramadhan …………………………………..5
  5. Bid’ahnya perayaan malam Nisfu Sya’ban ………………………………….5
  6. MASALAH YANG BERKAITAN DENGAN BULAN RAMADHAN 7
  7. Beberapa keutamaan bulan Ramadhan …………………………………….8
  8. Puasa Ramadhan ………………………………………………………………9
  9. Makna Puasa …………………………………………………………………10
  10. Puasa Ramadhan  adalah Wajib …………………………………………10
  11. Niat dalam Puasa Ramadhan  …………………………………………….12
  12. Bid’ahnya melafadzkan niat  ………………………………………………11
  13. Wajibnya berniat puasa ramadhan sejak malam hari ………………….12
  14. Berniat puasa Ramadhan setiap harinya …………………………………12
  15. Apabila berniat membatalkan puasa ……………………………………..12
  16. Barangsiapa  yang menemui fajar dalam keadaan berhadats besar 14
  17. Sahur ………………………………………………………………………….15
  18. Hukum Sahur ………………………………………………………………..15
  19. Sunnahnya mengakhirkan sahur …………………………………………15
  20. Dengan apa kita makan sahur ?? …………………………………………15
  21. Akhir waktu sahur adalah awal waktu puasa ……………………………..16
  22. Bid’ahnya istilah waktu Imsak ………………………………………………16
  23. Apabila terdengar adzan dan makanan masih terdapat di tangan 16
  24. Buka Puasa …………………………………………………………………17
  25. Sunnahnya menyegerakan berbuka ………………………………………17
  26. Doa ketika berbuka puasa ………………………………………………….17
  27. Sunnahnya berbuka puasa dengan kurma ……………………………….18
  28. Perkara yang wajib dihindari orang yang berpuasa ……………19
  29. Perkara yang disunnahkan bagi orang yang berpuasa ………20
  30. Bersiwak bagi orang yang berpuasa ……………………………………….20
  31. Menggunakan pasta gigi bagi orang yang berpuasa …………………….21
  32. Pembatal-pembatal Puasa ………………………………………………….21
  33. Makan, Minum dan bersetubuh ……………………………………………21
  34. Menelan ludah sendiri tidak membatalkan puasa ………………………22
  35. Hukum makan dan minum  dalam keadaan lupa     ……………………22
  36. Hukum Bersenggama dalam keadaan lupa ……………………………….22
  37. Merokok membatalkan puasa  ……………………………………………23
  38. Masturbasi atau Onani membatalkan puasa ……………………………23 Baca lebih lanjut

Surat untuk diri sendiri

بسم الله الرحمن الرحيم

يقول الله عز و جل أنا عند ظن عبدي بي وأنا معه حين يذكرني إن ذكرني في نفسه ذكرته في نفسي وإن ذكرني في ملإ ذكرته في ملإ هم خير منهم وإن تقرب مني شبرا تقربت إليه ذرعا وإن تقرب إلي ذراعا تقربت منه باعا وإن أتاني يمشي أتيته هرولة

Artinya : “Allah berfirman :  Sesungguhnya Aku berdasarkan persangkaan hamba-Ku kepada-Ku dan Aku bersamanya saat dia mengingat-Ku, jika dia mengingat-Ku dalam dirinya, maka Akupun akan mengingatnya dalam diri-Ku, dan jika dia mengingat-Ku di hadapan orang-orang maka Aku-pun akan mengingatnya dihadapan makhluk-makhluk yang lebih baik dari mereka, jika mereka mendekatiku sejengkal maka Aku akan mendekatinya sehasta dan jika dia mendekati-Ku sehasta maka Aku mendekatinya sedepa dan siapa yang mendatangiKu dengan berjalan maka Aku mendatanginya dengan berlari.” (HR Bukhari No. 7405 dan Muslim No. 2675 dari Abu Hurairah Rhadiyallahu ‘anhu )

Saudaraku, Sesungguhnya Hidayah Allah itu dicari dan diminta..

Harus engkau datangi dan kau kejar.. tidak hanya sekedar ditunggu..

Dan engkau harus tahu, ketika engkau berusaha mendekat dan mendatangiNya,

Terkadang engkau akan terjatuh di tengah jalan ..

dan bukan berarti engkau harus menghentikaan perjalananmu…

Maka bangkitlah , kembali bersiap, dan teruskan perjalanan..

Ingatlah sabda Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassallam:

كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيلٍ

Artinya : “Jadilah engkau di dunia ini seperti orang asing atau sekedar lewat.” (HR. Bukhari No. 6416 dari Ibnu Umar Rhadiyallahu ‘anhuma)

Nanti saja engkau beristirahat…nanti…

Di tempat yang tidak ada rasa lelah disana… Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: