Adakah Keutamaan Mendatangi istri di Malam Jum’at ??

Air PutihSatu keyakinan yang banyak tersebar di kalangan awam kaum muslimin, bahkan diyakini oleh sebagian dari para da’i adalah adanya keyakinan tentang keutamaan mendatangi istri (berhubungan badan) di malam Jum’at. Maka tentunya bagi seorang muslim yang cerdas , dia tidak gampang percaya dengan sesuatu keyakinan tanpa didasari oleh dalil yang kuat. Dia akan bersikap ilmiah dan berusaha mencari tahu, apakah benar keyakinan tersebut  memiliki dasar yang kuat  tersebut ataukah hanya mitos tanpa dasar ?? Apalagi yang sedang kita bicarakan ini adalah sebuah keyakinan tentang keutamaan sesuatu ditinjau dari sisi Syariat atau Agama, bukan sekedar keutamaan dari sisi kesehatan atau sisi budaya . Tentunya kita harus melihat lebih dalam dan tidak bisa sembarangan. Karena menjadikan sesuatu di dalam agama ini sebagai suatu keutamaan dalam keadaan hal tersebut bukanlah suatu keutamaan adalah bentuk dari kedustaan terhadap Allah dan RasulNya.

Singkat saja, bahwa keutamaan mendatangi istri pada malam Jum’at ini disandarkan atas 2 hadits.

HADITS PERTAMA :

أَيَعْجِزُ أَحَدُكُمْ أَنْ يجامع أهله في كل جمعة؛ فإن له أجرين: أجر غسله، وأجر غسل امرأته

“ Apakah kalian lemah (tidak mampu) menyetubuhi istri kalian pada setiap hari Jum’at ? Karena sesungguhnya menyetubuhi pada saat itu mendapat dua pahala: Pahala mandi (Jum’at) dan  pahala menyebabkan istri mandi (karena disetubuhi)”

 Hadits ini dikeluarkan oleh Abu Nu’aim dalam Ath-Thib, Al-Baihaqi dalam Asy-Syu’abul Iman, Dan Ad-Dailami dalam Musnad Al-Firdaus. Baca lebih lanjut

Ebook Hadits Palsu dan lemah

Ebook : Seuntai Kabar Tentang Hadits Palsu

dan Lemah diatas Mimbar

Disusun oleh : Ibnu Dzulkifli As-Samarindy

Ebook download disini

Daftar isi Download disini

Daftar isi :

  1. Kata Pengantar …………………………………………………………………………………………….
  2. Pengantar Kitab ……………………………………………………………………………………………
  3. Hadits Maqbul (Diterima)  …………………………………………………………………………………
  4. Hadits Mardud (Ditolak): …………………………………………………………………………………..
  5. Sebagian Istilah-istilah Ilmu Hadits   ……………………………………………………………………
  6. Hadits Shahih ………………………………………………………………………………………………
  7. Hadits Hasan ……………………………………………………………………………………………….
  8. Hadits Dho’if (Lemah)  ……………………………………………………………………………………
  9. Hadits Maudhu’  (Palsu) …………………………………………………………………………………
  10. Hadits Munkar (Mungkar) …………………………………………………………………………………
  11. Hadits Marfu’ ……………………………………………………………………………………………….
  12. Mauquf  ……………………………………………………………………………………………………..
  13. Hadits Mursal ………………………………………………………………………………………………
  14. Sanad atau Isnad  …………………………………………………………………………………………
  15. Matan  ………………………………………………………………………………………………………
  16. Rawi atau Perawi  ………………………………………………………………………………………….
  17. Contoh pengenalan istilah-istilah hadits  ………………………………………………………………..
  18. BAGIAN PERTAMA : Hukum beramal dengan hadits lemah
  19. Hukum beramal dengan hadits lemah  ………………………………………………………………….
  20. Hukum orang-orang yang bermudah-mudahan dalam meriwayatkan hadits ……………………….
  21. Bagaimana cara menyampaikan hadits lemah  ………………………………………………………..
  22. BAGIAN KEDUA :Hadits-hadits palsu dan lemah yang beredar di tengah kaum muslimin
  23. Hadits “Perkara Halal yang paling dibenci Allah adalah Thalaq” ……………………………………..
  24. Hadits “Perbedaan di kalangan umatku adalah rahmat”  ……………………………………………..
  25. Hadits “Jarak empat puluh rumah adalah tetangga” …………………………………………………..
  26. Hadits “ Hak tetangga hingga 40 rumah”   ………………………………………………………………
  27. Hadits Shahih : “ Jibril tidak pernah berhenti mewasiatiku tentang tetangga” ………………………
  28. Hadits “Tuntutlah ilmu walaupun sampai ke negeri cina” …………………………………………….
  29. Hadits “Aku telah diperintah untuk menghukumi secara dzhahir (yang tampak) ………………….
  30. Hadits Shahih  “ Sesungguhnya aku tidak diperintah untuk menyelidiki hati-hati manusia”  ……..
  31. Hadits “Takutlah Firasat seorang Mu’min”    ……………………………………………………………
  32. Hadits “Beramallah untuk duniamu seakan-akan engkau akan hidup selamanya “  ………………
  33. Hadits “ Perbaikilah dunia kalian dan beramallah untuk akhirat kalian seakan-akan kalian …….. Baca lebih lanjut

HADITS-HADITS LEMAH DAN PALSU BERDASARKAN BAB

HADITS-HADITS LEMAH DAN PALSU BERDASARKAN BAB [1]

  1. Hadits-hadits dengan ladfadz yang jelas tentang Iman bertambah dan berkurang atau tidak bertambah dan tidak berkurang semuanya tidak ada yang shahih dari Rasulullah Shalallahu ‘alahi wassallam dan Dinukilkan bahwa lafdz terebut  dari ucapan para sahabat dan Tabi’in [2]
  2. Hadits-hadits tentang Al-Murjia’h dan Al-Asy’ariyah tidak ada yang shahih dari Rasulullah Shalallahu ‘alahi wassallam .[3]
  3. Hadits-hadits tentang akal dan keutamaannya tidak ada yang shahih dari Rasulullah Shalallahu ‘alahi wassallam[4]
  4. Hadits-hadits tentang umur Khidir Alaihi Salam dan Ilyas Alaihi Salam serta keberadaan mereka hingga saat ini tidak ada yang shahih dari Rasulullah Shalallahu ‘alahi wassallam
  5. Hadits-hadits tentang menuntut ilmu adalah wajib tidak ada yang shahih dari Rasulullah Shalallahu ‘alahi wassallam [5]
  6. Hadits-hadits tentang barangsiapa yang ditanya tentang suatu ilmu kemudian menyembunyikannya, tidak ada yang shahih dari Rasulullah Shalallahu ‘alahi wassallam [6]
  7. Hadits-hadits tentang keutamaan Abu Hanifah dan Imam As-Syafi’i atau celaan terhadap keduanya tidak ada yang shahih dari Rasulullah Shalallahu ‘alahi wassallam , semuanya palsu.[7]
  8. Hadits-hadits tentang hadits menggunakan air yang telah diterpa matahari tidak ada yang shahih dari Rasulullah Shalallahu ‘alahi wassallam[8]
  9. Hadits-hadits tentang hadits mengeringkan (mengelap) anggota wudhu tidak ada yang shahih dari Rasulullah Shalallahu ‘alahi wassallam [9]
  10. Hadits-hadits tentang hadits perintah berwudhu bagi yang telah memandikan Jenazah tidak ada yang shahih dari Rasulullah Shalallahu ‘alahi wassallam .[10]
  11. Hadits-hadits tentang hadits larangan masuk ke kamar mandi tidak ada yang shahih dari Rasulullah Shalallahu ‘alahi wassallam [11]
  12. Hadits-hadits tentang mengeraskan ucapan Basmallah dalam Sholat tidak ada yang shahih dari Rasulullah Shalallahu ‘alahi wassallam [12]
  13. Hadits-hadits tentang bolehnya sholat di belakang semua orang baik sholih maupun fajir tidak ada yang shahih dari Rasulullah Shalallahu ‘alahi wassallam [13]
  14. Hadits-hadits tentang dosa bagi yang tidak menqashar (meringkas) shalat dan mengerjakan puasa di dalam safar tidak ada yang shahih dari Rasulullah Shalallahu ‘alahi wassallam [14]
  15. Hadits-hadits tentang tidak ada sholat bagi yang masih memilliki hutang sholat tidak ada yang shahih dari Rasulullah Shalallahu ‘alahi wassallam[15]
  16. Hadits-hadits tentang (larangan) Sholat jenazah di mesjid tidak ada yang shahih dari Rasulullah Shalallahu ‘alahi wassallam [16]
  17. Hadits-hadits tentang mengangkat kedua tangan dalam takbir-takbir Sholat Jenazah tidak ada yang shahih dari Rasulullah Shalallahu ‘alahi wassallam [17]
  18. Hadits-hadits tentang sholat sunnah di pertengahan bulan Sya’ban, pertengahan bulan Rajab, Sholat Iman dan Sholat Malam Isra’ Mir’raj tidak ada yang shahih dari Rasulullah Shalallahu ‘alahi wassallam
  19. Hadits-hadits tentang Sholat tasbih tidak tidak ada yang shahih dari Rasulullah Shalallahu ‘alahi wassallam [18]
  20. Hadits-hadits tentang Zakat madu tidak ada yang shahih dari Rasulullah Shalallahu ‘alahi wassallam[19]
  21. Hadits-hadits tentang Zakat sayur-sayuran tidak ada yang shahih dari Rasulullah Shalallahu ‘alahi wassallam [20]
  22. Hadits-hadits tentang Keutamaan berpuasa di Bulan Rajab tidak ada yang shahih dari Rasulullah Shalallahu ‘alahi wassallam [21]
  23. Hadits-hadits tentang tidak sah nikah kecuali dengan dua orang saksi adil tidak ada yang shahih dari Rasulullah Shalallahu ‘alahi wassallam
  24. Hadits-hadits tentang (larangan) makan di pasar tidak ada yang shahih dari Rasulullah Shalallahu ‘alahi wassallam [22]
  25. Hadits-hadits tentang anak zina tidak akan masuk surga adalah hadits batil[23]
  26. Hadits-hadits tentang barangsiapa diberi hadiah dan di sisinya saat itu ada orang lain, maka mereka juga berhak terhadap hadiah tesebut tidak ada yang shahih dari Rasulullah Shalallahu ‘alahi wassallam [24]
  27. Hadits-hadits tentang (anjuran) meninggalkan makan dan minum dari sesuatu yang diperbolehkan tidak ada yang shahih dari Rasulullah Shalallahu ‘alahi wassallam
  28. Hadits-hadits tentang keutamaan berbekam di hari-hari tertentu dan tentang dibencinya berbekam di hari-hari tertentu tidak ada yang shahih dari Rasulullah Shalallahu ‘alahi wassallam
  29. Hadits-hadits tentang Qiyas adalah Hujjah (dalil) tidak ada yang shahih dari Rasulullah Shalallahu ‘alahi wassallam


[1] Bagian ini adalah ringkasan dari kitab Risalah fi bayan ma lam yatsbut fil hadits minal abwab karya Abu Thohir Muhammad Al-Fairuz Abadi Rahimahullah dengan tahqiq  Syaikh Yahya bin Ali Al-Hajuuri Hafidhahullah . Catatan kaki kami nukil dari tahqiq beliau.

[2] Adapun Aqidah Ahlussunnah adalah Iman bertambah dan berkurang. Sebagaimana dinukil Ijma’oleh Imam As-Syafi’I bahwa hal tersebut adalah Ijma’ salaf.

[3] Adapun hadits :

القدرية مجوس هذه الأمة

“Al-Qodariyah adalah Majusinya Umat ini”

Dihasankan Oleh Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah dalam Shohihul Jami’ No. 4442

[4] Sebagaimana dikatakan oleh Ibnul Qoyyim : “Pasal : Hadits-hadits Akal semuanya dusta” (Naqdul Manqul hal. 60)

[5] Diriwayatkan dari Jumlah besar para sahabat. Berkata Al-Baihaqi :”Lafadznya terkenal dan sanad-sanadnya lemah.” Berkata Imam Ahmad sebagaimana dinukil Ibnul Jauzi “ Sesungguhnya tidak tsabit sama sekali di sisi kami dalam bab ini”

Akan tetapi maknanya Shohih walaupun haditsnya lemah.

[6] Ibnul Jauzi menukil Imam Ahmad berkata :”Tidak ada yang shohih dalam permasalahan in” (Al-Ilal 96-107)

[7] IbnulJauzi menyebutkan salah satu hadits palsu dalam bab ini dalam Al-Mauduat :

”Akan ada pada umatku seorang laki-laki yag bernama Muhammad bin Idris (As-Syafi’i) dia lebih memberi kerusakkan pada umatku dibanding Iblis dan Abu Hanifah adalah pelita Umatku

Berkata Ibnul Jauzi : “Hadits ini palsu, dan laknat Allah atas yang membuatnya”

[8] Berkata Al-Baihaqi : ”Tidak ada yang shohih” (Al-Kubro 1/67)

[9] Berkata At-Tirmidzi : “Tidak ada yang shohih sama sekali dari Nabi dalam permasalahan ini” (Sunan /317)

[10] Berkata Imam Ahmad dan Ali Bin Abdullah : ”Tidak ada yang shohih sama sekali dalam permasalahan ini” (Ilal Tirmidzi 1/142)

[11] Berkata As-Syaukani dalam An-Nailul Authar (1/320) :”Berkata Al-Mundziri :” Dan hadits-hadits tentang kamar mandi semuanya berpenyakit (hadits) dan yang shohih adalah datang dari (ucapan) sahabat”

[12] Berkata Ad-Daruquthni :”Semuanya yang datang dari nabi tentang mengeraskan ucapan Basmallah tidak ada yang shohih”

[13] Berkata Al-Baihaqi : “Semuanya lemah, kelemahan yang paling tinggi” (Al-Kubro 19/4)

[14] Berkata Al-Uqoili :”Dan tidaklah ada sama sekali dalam lafadz ini sesuatu yang tsabit” (Ad-Dhu’afa 3/162)

[15] Berkata Ibnul Jauzi dalam Al-Ilal (750) : “Kami telah mendengarnya dari lisan-lisan manusia dan kami tidak mengetahui hadits ini memiliki asal:”

[16] Bahkan Shohih dari Rasulullah Shalallahu ‘alahi wassallam bahwa beliau Mensholati Suhail Bin Al-Baidho’ di dalam Mesjid.

Berkata Ibnul Qoyyim dalam Zaadul Ma’ad (1/483) :”Dan yang benar bahwa sunnah dan petunjuk beliau Shalallahu ‘alahi wassallam adalah sholat Jenazah di luar mesjid kecuali apabila ada udzur dan keduanya diperbolehkan dan yang lebih utama sholat bagi Jenazah di luar mesjid”

[17] Dan Shohih bahwa Ibnu Umar Rhadiyallahu’ anhu melakukannya,sebagaimana diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dalam Al-Kubro (3/44 No. 6933) dan juga dilakukan oleh Umar bin Abdul Aziz Rahimahullah .

Karena lemahnya hadits ini dari Rasulullah Shalallahu ‘alahi wassallam maka tidak disunnahkan untuk mengangkat tangan dalam takbir-takbir Sholat Jenazah (kecuali Takhbiratul Ikhram) dan ini adalah madzhab Ab Hanifah, pendapat Ibnu Hazm, As-Syaukani, Al-Allamah Al-Albani dan Al-Allamah Muqbil bin Hady Al-Wadi’i

[18] Berkata Al-Hafidz dalam At-Talkhis (482) dari Al-Uqoili berkata : “Dan tidaklah terdapat dalam masalah sholat tasbih, hadits yang shohih”

Berkata Al-Hafidz:”Dan yang benar semua jalur periwayatannya lemah” Yang juga berpendapat tentang lemahnya hadits-hadits tentang sholat tasbih adalah Ibnul Arobi, Ibnu Taimiyah, Al-Mizzi, At-Tirmidzi dan Imam Ahmad. Silahkan merujuk Ucapan ibnu Taimiyah dalam Majmu’ fatwa (11/579)

[19] Berkata Al-Hafidz dalam Fathul Bari’ (3/348) :” Dan ibnul Mundzir berkata : “Tidaklah dalam masalah madu kabar hadits tsabit, tidak pula Ijma’. Maka tidak ada zakat padanya dan ini adalah pendapat Jumhur (Mayoritas) Ulama”

[20] Berkata At-Tirmidzi : “Dan tidaklah shohih sama sekali dalam masalah ini dari nabi Shalallahu ‘alahi wassallam “ (As-sunan 638)

[21] Berkata Syaikhul islam Ibnu Taimiyah :”Mereka menyebutkan hadits-hadits tentang keutamaan berpuasa di bulan Rajab, semuanya lemah bahkan palsu” (Minhajus Sunah 7/39)

[22] Berkata Al-Uqoili dalam Ad-Dhu’afa (3/198) : ”Tidak tsabit dalam hadits ini dari nabi Shalallahu ‘alahi wassallam “

[23] Cukuplah firman Allah ta’ala :.

وَلا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَى

“Dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain.

[24] Berkata A-Uqoili :”Tidak ada yang shohih dalam permasalahan ini” (Naqdul Manqul, Ibnul Qoyyim 1/126)

Kumpulan Hadits Lemah dan Palsu No. 101-103

HADITS KESERATUS SATU :

خمس من العبادة : قلة الطعام عبادة والقعود في المساجد عبادة والنظر في المصحف من غير قراءة عبادة والنظر في وجه العالم عبادة وأظنه قال : والنظر في وجه الوالدين عبادة

“Lima perkara termasuk dari ibadah : Makan sedikt adalah ibadah, Duduk di mesjid adalah Ibadah, memandang mushaf (Al-Qur’an) tanpa membacanya adalah Ibadah, Memandang ke wajah ulama adalah ibadah “ dan aku (Rawi) telah menyangka beliau berkata : “dan memandang wajah kedua orang tua adalah Ibadah”

Berkata Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah : (Hadits) sangat lemah, Diriwayatkan oleh Afiffuddin Abu Ma’ali dalam Fadhlul Ilmi (1/115) dari Abu Hurairah Radhiyallahu’ anhu secara Marfu (Silsilah Al-Ahadits Ad-Dhoi’fah No. 1710 dengan ringkasan)

HADITS KESERATUS DUA

تضاعف الحسنات يوم الجمعة

“Pahala kebaikan dilipat gandakan pada hari Jum’at”

Berkata Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah : (Hadits) Palsu. Diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dalam Al-Ausath dari Abu Hurairah Rhadiyallahu ‘anhu  secara marfu (Silsilah Al-Ahadits Ad-Dhoi’fah no. 1765)

HADITS KESERATUS TIGA

الجنة تحت أقدام الأمهات

“Surga berada di bawah kaki Ibu”

Berkata Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah : (Hadits) Palsu. Diriwayatkan oleh Ibnu Adi (1/325) dan Al-Uqoli dalam Ad-Dhuafa dari Ibnu Abbas Rhadiyallahu’ anhuma secara marfu.

Juga Diriwayatkan oleh Abu Bakar As-Syafi’I dalam Ar-Ruba’iyah dari Anas  secara marfu

Hadits yang hasan adalah hadits dari Muawiyah bin Jahimah :

أَنَّ جَاهِمَةَ جَاءَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَدْتُ أَنْ أَغْزُوَ وَقَدْ جِئْتُ أَسْتَشِيرُكَ فَقَالَ هَلْ لَكَ مِنْ أُمٍّ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَالْزَمْهَا فَإِنَّ الْجَنَّةَ تَحْتَ رِجْلَيْهَا

“Sesungguhnya Jahimah datang kepada Rasulullah Shalallahu ‘alahi wassallam kemudian berkata : “Wahai rasulullah, aku ingin berjihad dan aku telah datang untuk bergabung denganmu”, maka beliau Shalallahu ‘alahi wassallam berkata : “apakah engkau memiliki ibu ?” Jahimah menjawab : “Ya”. Maka beliau Shalallahu ‘alahi wassallam berkata : “Maka layanilah dia  sesungguhnya surga di bawah kedua kakinya”

Diriwayatkan oleh An-Nasa’I (2/54) dan selainnya. (Silsilah Al-Ahadits Ad-Dhoi’fah No. 593 secara rigkasan)

Kumpulan Hadits Lemah dan Palsu No. 91-100

HADITS KESEMBILAN PULUH SATU

إذا أحب الله عبدا أغلق عليه أمور الدنيا و فتح له أمور الآخرة

“Apabila Allah mencintai seorang hamba, maka akan ditutup baginya perkara-perkara dunia dan dibukakan untuknya perkara-perkara akhirat”

Berkata Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah : Diriwayatkan oleh Ad-Dailami dalam Musnadul Firdaus dari Anas  Rhadiyallahu’ anhu dan beliau (Al-Albani) menghukumi hadits ini sebagai hadits lemah (Dho’iful Jami’ No. 295)

HADITS KESEMBILAN PULUH DUA

إذا رأيتم الحريقَ فكبروا فإن التكبيرَ يطفئُه

“Apabila kalian melihat kebakaran, bertakbirlah. Karena Sesungguhnya takbir mematikannya.”

Berkata Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah : (Hadits) Lemah,  Diriwayatkan oleh Al-Uqoili dalam Ad-Dhuafa (219) disandarkan dari Abdullah bin Amr’ bin Ash Radhiyallahu’ anhuma secara marfu.

Datang pula dari jalur periwayatan lain yang semuanya lemah. (Silsilah Al-Ahadits Ad-Dhoi’fah No. 2603 dengan ringkasan dan perubahan)

HADITS KESEMBILAN PULUH TIGA

أربع من سنن المرسلين الحياء و التعطرو السواك و النكاح

“Empat perkara yang termasuk dari Sunnahnya para nabi : Rasa malu, memakai wangi-wangian, bersiwak dan menikah”

Berkata Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah : (Hadits) Lemah,  Dikeluarkan oleh Ahmad (5/421) dari Abu Ayyub Rhadiyallahu’ anhu secara marfu.

Dalam riwayat lain, lafadz “ Malu” diganti dengan lafadz “  khitan”

Datang pula dengan lafadz :

خمس من سنن المرسلين : الحياء و الحلم و الحجامة و التعطر و النكاح

“Lima perkara termasuk dari sunnahnya para Rasul : Rasa Malu, Murah hati, Berbekam, memakai wangi-wangian dan menikah”

Dikeluarkan oleh At-Thabrani dari Ibnu abbas Rhadiyallahu’ anhuma secara marfu dan sanadnya sangat lemah . (Nukilan dari Al-Irwaul Ghalil No. 75 Dengan ringkasan dan sedikit perubahan )

HADITS KE SEMBILAN PULUH EMPAT

أفضل طعام الدنيا والآخرة اللحم

“”Makanan yang paling mulia di dunia dan akhirat adalah Daging”

Berkata Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah : (Hadits) Sangat lemah. Dikeluarkan oleh Al-Uqoili dalam Ad-Dhuafa dari Ka’ab Radhiyallahu’ anhu secara Marfu (Silsilah Al-Ahadits Ad-Dhoi’fah No. 2518 dengan ringkasan)

HADITS KESEMBILAN PULUH LIMA

أكرموا العلماء فإنهم ورثة الأنبياء من أكرمهم فقد أكرم الله ورسوله

“Muliakanlah ulama, karena sesungguhnya mereka adalah pewaris para Nabi. Barangsiapa yang memuliakan mereka maka sungguh telah menuliakan Allah dan Rasulnya”

Berkata Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah : (Hadits) Palsu, Dikeluarkan oleh Ibnu Jabrun dan Al-Khatib dalam Tarikh Baghdad (4/437-438)

Adapun lafadz :

العلماء ورثة الأنبياء

“Ulama adalah pewaris para nabi “

Tsabit dalam riwayat Ibnu Hibban dan selainnya. (Silsilah Al-Ahadits Ad-Dhoi’fah No. 2678 dengan ringkasan)

HADITS KESEMBILAN PULUH ENAM

بين العالم والعابد سبعون درجة

“Antara seorang yang berilmu (Alim) dengan seorang yang banyak beribadah (Abid) jaraknya tujuh puluh derajat”

Berkata Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah : (Hadits) sangat Lemah, Dikeluarkan oleh As-Syahin dalam At-Targhib (1/290) dan Ibnu Adi dalam Al-Kamil (4/134) dari Abu Hurairah Radhiyallahu’ anhu secara marfu (Silsilah Al-Ahadits Ad-Dhoi’fah No. 2140) Silahkan merujuk pula Silsilah Al-Ahadits Ad-Dhoi’fah No. 6578.

HADITS KESEMBILAN PULUH TUJUH

أن النبي صلى الله عليه و سلم كان إذا نظر [ وجهه ] في المرآة قال :

اللهم كما أحسنت خلقي فحسن خلقي

Rasulullah apabila sedang memandang (wajahnya) di cermin, beliau mengucapkan ; “Ya Allah, sebagaimana engkau telah membaguskan penciptaanku maka baguskanlah akhlakku”

Berkata Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah : Dikeluarkan oleh Al-Baihaqi dalam Ad-Da’wah dari Aisyah Rhadiyallahu’ anha.

Datang pula jalur periwayatan lain disandarkan dari Ali Bin Abi Thalib, Ibnu Abbas dan Anas  bin Malik Rhadiyallahu’ anhum dan semua jalur periwayatannya lemah sehingga tidak benar berdalil dengan hadits-hadits lemah ini tentang disyariatkannya membaca doa ini ketika sedang memandang Ke cermin.

Hadits yang Shahih adalah hadits untuk membaca doa ini di waktu kapan saja tidak terikat ketika sedang memandang ke cermin, sebagaimana hadits shahih yang datang dari Aisyah dan Ibnu Mas’ud Rhadiyallahu’ anhuma secara marfu dalam riwayat Ahmad (Nukilan dari Al-Irwaul Ghalil No, 74 Dengan ringkasan dan sedikit perubahan )

HADITS KESEMBILAN PULUH DELAPAN

أَنَّ الْجَزَاء مِنْ جِنْس الْعَمَل

“Balasan dari sesuatu perbuatan adalah termasuk dari perbuatan itu sendiri”

Lafadz ini bukanlah hadits Rasulullah Shalallahu ‘alahi wassallam , melainkan tafsir para Imam-imam ahli tafsir terhadap firman Allah :

وَمَا تُجْزَوْنَ إِلا مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

“Dan kamu tidak diberi pembalasan melainkan terhadap kejahatan yang Telah kamu kerjakan” (QS. Ash-Shaafat : 39)

والذين كَسَبُواْ السيئات جَزَآءُ سَيِّئَةٍ بِمِثْلِهَا وَتَرْهَقُهُمْ ذِلَّةٌ

“Dan orang-orang yang mengerjakan kejahatan (mendapat) balasan yang setimpal dan mereka ditutupi kehinaan” (QS. Yunus : 27)

Juga ayat-ayat lain yang semakna

HADITS KE SEMBILAN PULUH SEMBILAN

الجالس وسط الحلقة ملعون

“Orang yang duduk di tengah Halaqoh terlaknat”

Berkata Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah : (Hadits) Lemah,  Diriwayatkan oleh Al-Qhoti’ dalam Al-Alf Dinar.

Datang pula dengan Lafadz

أن رسول الله صلى الله عليه و سلم لعن من جلس وسط الحلقة

“Sesungguhnya Rasulullah Shalallahu ‘alahi wassallam melaknat orang yang duduk di tengah Halaqoh”

Dikeluarkan oleh Abu Dawud dan Ibnu Adi lafadz ini pun lemah. (Silsilah Al-Ahadits Ad-Dhoi’fah No. 638 dengan ringkasan)

HADITS KESERATUS

كان لا يمس وجهي شيئا و أنا صائمة

“Rasulullah tidak pernah menyentuh sedikit pun wajahku ketika aku sedang berpuasa”

Hadits ini disandarkan dari Aisyah Rhadiyallahu’ anha. Berkata Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah : (Hadits) Mungkar, Diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dalam Shahihnya (904)

Hadits yang Shahih dengan jelas menyelisihi Hadits lemah ini, sebagaimana Diriwayatkan oleh Abu Dawud (1/374) dan Ahmad (6/179) dari Aisyah Rhadiyallahu’ anha, beliau berkata :

و كان يقبلني وهو صائم و أنا صائمة

“Dan Rasulullah Shalallahu ‘alahi wassallam menciumku dalam keadaan beliau berpuasa dan aku berpuasa”

Hadits ini Dishahihkan oleh Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah dalam Silsilah Al-Ahadits As-Shahihah No. 219

(Nukilan dengan ringkas Silsilah Al-Ahadits Ad-Dhoi’fah No. 858 dan Silsilah Al-Ahadits As-Shahihah No. 219 dengan sedikit perubahan)

Kumpulan Hadits Lemah dan Palsu No. 81-90

HADITS KEDELAPAN PULUH SATU

حب الدنيا رأس كل خطيئة

“Cinta dunia adalah puncak segala Kesalahan (dosa)”

Berkata Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah : (Hadits) Palsu, Diriwayatkan oleh Hasan Al-Bashri disandarkan kepada Rasulullah Shalallahu ‘alahi wassallam (Mursal). Dan hadits Mursal adalah termasuk jenis hadits lemah.

Berkata Ibnu Taimiyah dalam Al-fatawa (2/196) :”Ucapan ini dikenal adalah ucapan Jundub bin Abdullah Al-Bahili adapun dari Nabi Shalallahu ‘alahi wassallam  maka tidaklah memiliki sanad yang dikenal “.

(Silsilah Al-Ahadits Ad-Dhoi’fah 1226 dengan ringkasan dan sedikit perubahan )

HADITS KEDELAPAN PULUH DUA

الحديث في المسجد يأكل الحسنات كما تأكل البهائم الحشيش

Berbicara di Mesjid memakan kebaikan sebagaimana binatang ternak memakan rerumputan”

Berkata Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah : “Tidak memiliki asal”. Dicantumkan oleh Al-Ghazali dalam Al-Ihya’ (1/136) dan berkata Al-Hafidz Al-Iroqi : “Aku tidak menemukan (hadits ini) memilki sanad”

(Silsilah Al-Ahadits Ad-Dhoi’fah No. 4 dengan ringkasan)

HADITS KEDELAPAN PULUH TIGA

ما ترك عبد شيئا لله لا يتركه إلا له إلا عوضه الله منه ما هو خير له في دينه ودنيا

“Tidaklah seorang hamba meninggalkan sesuatu karena Allah dan tidaklah dia meninggalkannya kecuali untuk Allah kecuali Allah akan menggantinya untuknya sesuatu yang lebih baik darinya dalam agama dan dunianya”

Berkata Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah : “(Hadits) Palsu dengan lafadz ini”. Dikeluarkan oleh Abu Nu’aim dalam Hilyatul aulia (2/196) disandarkan dari Ibnu Umar, Rasulullah Shalallahu ‘alahi wassallam bersabda.

Hadits yang shahih adalah datang dengan tanpa lafadz :

في دينه ودنيا

“Dalam agama dan dunianya”

Lafadz yang shahih adalah :

إِنَّكَ لَنْ تَدَعَ شَيْئًا لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ إِلا بَدَّلَكَ اللَّهُ بِهِ مَا هُوَ خَيْرٌ لَكَ مِنْهُ

“Sesungguhnya tidaklah engkau meninggalkan sesuatu karena Allah azza wa jalla kecuali Allah akan menggantinya yang lebih baik darinya”

Berkata Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah : “ dan sanadnya shahih atas syarat Muslim” (Silsilah Al-Ahadits Ad-Dhoi’fah No. 5 dengan ringkasan)

HADITS KEDELAPAN PULUH EMPAT

“أحب الأسماء إلى الله عز و جل ما تعبد به” و في لفظ “أحب الأسماء إلى الله عز و جل ما عبد و حمد”

“Nama yang paling dicintai Allah adalah nama yang terdapat penghambaan (kepada) Allah di dalamnya”  dan dalam lafadz yang lain “Nama yang paling dicintai Allah adalah yang berupa penghambaan dan pujian (kepada Allah)”

Berkata Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah untuk lafadz yang pertama : (Hadits)Palsu, Dikeluarkan oleh At-Thabrani dalam Al-Mu’jamul Kabir dan Al-Ausath disandarkan dari Ibnu Mas’ud secara Marfu

Berkata Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah untuk lafadz yang kedua : ”(Hadits) tidak ada asalnya, sebagaiman As-Suyuthi dan selainnya menghukuminya.”

Adapun hadits yang shahih adalah datang dengan lafadz :

أحب الأسماء إلى الله [ عزوجل ] عبد الله وعبد الرحمن

“Nama yang paling dicintai Allah adalah Abdullah dan Abdurrahman”

Diriwayatkan oleh Imam Muslim, Abu Dawud , At-Tirmidzi dan Ibnu Majah. (Silsilah Al-Ahadits Ad-Dhoi’fah 411 dengan ringkasan)

HADITS KEDELAPAN PULUH LIMA

احترسوا من الناس بسوء الظن

“Berhati-hatilah dari manusia dengan cara berprasangka buruk”

Berkata Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah : (Hadits) sangat lemah. Dikeluarkan oleh At-Thabrani dalam Al-Ausath dan Ibnu Adi (6/2398) secara marfu

Dan hadits yang disandarkan kepada Nabi Shalallahu ‘alahi wassallam jelas-jelas menyelisihi Hadits Shahih :

إياكم و الظن فإن الظن أكذب الحديث

“Berhati-hatilah kalian dari berprasangka karena prasangka adalah ucapan yang paling dusta”

Diriwayatkan oleh Al-Bukhori No. 4849 dari Abu Hurairah Radhiyallahu’ anhu . (Silsilah Al-Ahadits Ad-Dhoi’fah No. 156 Dengan ringkasan dan sedikit perubahan )

HADITS KEDELAPAN PULUH ENAM

آفة الدين ثلاثة فقيه فاجر وإمام جائر ومجتهد جاهل

“Tiga golongan yang memberi kerusakkan pada agama : Ulama yang suka berbuat maksiat, Pemimpin yang Dzalim dan Mujtahid yang bodoh”

Berkata Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah : (Hadits) Palsu, Diriwayatkan oleh Abu Nua’im dalam Akhbar Ashbahan (2/238) disandarkan dari Ibnu Abbas secra marfu (Silsilah Al-Ahadits Ad-Dhoi’fah No. 819 dengan ringkasan)

HADITS KEDELAPAN PULUH TUJUH

آية الكرسى ربع القرآن

“Ayat Kursi setara dengan dengan seperempat Al-Qur’an”

Berkata Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah dalam Dho’iful Jami’ (No. 20) :” Diriwayatkan oleh Abu Syaikh dan Ats-Tsawab dari Anas  dan beliau (Al-Albani) mengatakan : “(Hadits) Lemah”

Salah satu hadits tentang keutamaan ayat kursi adalah hadits Abu Umamah Radhiyallahu’ anhu yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dan selainnya , Rasulullah Shalallahu ‘alahi wassallam bersabda :

من قرأ آية الكرسي دبر كل صلاة مكتوبة لم يمنعه من دخول الجنة إلا أن يموت

“Barangsiapa yang membaca ayat kursi di akhir setiap sholat wajib, maka tidak ada yang menghalanginya dari masuk ke dalam surga kecuali kematian”

Hadits ini dishahihkan oleh Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah dalam kitab-kitabnya, diantarnya dalam Shohihul Jami’ No. 6464

HADITS KEDELAPAN PULUH DELAPAN

أبى الله أن يقبل عمل صاحب بدعة حتى يدع بدعته

“Allah enggan menerima amal (kebaikan) pelaku Bid’ah hingga dia meninggalkan Bid’ahnya

Berkata Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah : (Hadits) Mungkar. Dikeluarkan oleh Ibnu Majah (50) dan Ibnu Abi Ashim dalam As-Sunnah (4/2) disandarkan dai Ibnu Abbas, berkata Rasulullah Shalallahu ‘alahi wassallam . (Silsilah Al-Ahadits Ad-Dhoi’fah No. 1492 dengan ringkasan)

Datang pula dengan lafadz berbeda dengan makna yang hampir sama. Silahkan merujuk Silsilah Al-Ahadits Ad-Dhoi’fah No. 1493.

Hadits yang shahih adalah datang dengan lafadz :

إن الله احتجز التوبة عن صاحب كل بدعة

“Sesungguhnya Allah membatasi taubat dari semua pelaku bid’ah”

Hadits ini dikeluarkan oleh Abu  As-Syaikh dalam tarikh Ashbahan (hal. 259) dan At-Thabrani dalam Al-Ausath (4360). Berkata Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah : Sanad (hadits) ini shahih dan perawinya perawi terpercaya, perawi-perawi Shahihain kecuali Harun Bin Musa. (Nukilan Silsilah Al-Ahadits As-Shahihah No. 1620)

HADITS KEDELAPAN PULUH SEMBILAN

ادفنوا دماءكم وأشعاركم وأظفاركم لا تلعب بها السحرة

“Pendamlah darah, rambut dan kuku kalian agar para tukang sihir tidak dapat bermain-main dengannya”

Berkata Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah : (Hadits) palsu, Diriwayatkan oleh Ad-Dailami (1/1/19) disandarkan dari Jabir secara Marfu.

(Silsilah Al-Ahadits Ad-Dhoi’fah No. 2179 dengan ringkasan)

Datang pula dengan lafadz :

ادفنوا الاظفار والشعر والدم فانها ميتة

“Pendamlah kuku, darah dan rambut, Sesungguhnya benda-benda itu adalah mayat.”

Hadits ini juga palsu, silahkan merujuk Silsilah Al-Ahadits Ad-Dhoi’fah No. 2181.

HADITS KESEMBILAN PULUH

إذا أحب الله عبدا ألصق به البلاء

“Apabila Allah mencintai seorang  hamba, Allah akan mengiringinya dengan bala’ “

Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Sa’id Ibnu Musayyib secara Mursal. Berkata Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah : : (Hadits) Lemah,  (Dho’iful Jami’ No. 296)

Datang pula dengan lafadz :

إذا أحَبَّ اللّه عبدا ابْتَلاهُ

“Apabila Allah mencintai seorang hamba maka dia akan mengujinya”

Dengan lafadz ini pun, hadits ini sangat lemah. Diriwayatkan oleh Hunad dalam Az-Zuhud dan Ibnu Hibban dalam Ad-Dhuafa (3/122) disandarkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu’ anhu secara marfu. (Silsilah Al-Ahadits Ad-Dhoi’fah No. 2202 dengan ringkasan)

Lafadz hadits yang shahih adalah yang datang dalam riwayat At-Tirmidzi (2/64) dan Ibnu Majah dari Anas  Rhadiyallahu’ anhu dari Nabi Shalallahu ‘alahi wassallam :

إن عظم الجزاء مع عظم البلاء وإن الله إذا أحب قوما ابتلاهم فمن رضي فله الرضا ومن سخط فله السخط

“Sesungguhnya ganjaran (pahala) yang paling besar diiringi dengan besarnya musibah dan sesungguhnya apabila Allah mencintai suatu kaum maka dia akan menguji mereka . Maka barangsiapa yang ridho’ maka untuknya keridhoan (Allah) dan barangsiapa yang marah maka baginya kemarahan (Allah)”

Berkata Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah : tentang hadits ini : “Sanadnya baik “ (Silsilah Al-Ahadits As-Shahihah No. 146)

Kumpulan hadits Lemah No. 71-80

HADITS KETUJUH PULUH SATU

من نام بعد العصر فاختلس عقله

“Barangsiapa yang tidur setelah ashar maka akan hilang akalnya”

Berkata Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah : (Hadits) Lemah,  Dikeluarkan oleh Ibnu Hibban dalam Ad-Dhuafa (1/283) disandarkan dari Aisyah dari Nabi Shalallahu ‘alahi wassallam . Dicantumkan pula oleh Ibnul Jauzi dalam Al-Maudu’at (3/69) (Silsilah Al-Ahadits Ad-Dhoi’fah No. 39 dengan ringkasan)

HADITS KETUJUH PULUH DUA

المتمسك بسنتي عند فساد أمتي له أجر شهيد

“Mereka yang berpegang dengan Sunnahku ketika kerusakkan melanda Umatku, pahalanya adalah pahala orang yang mati Syahid”

Berkata Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah : (Hadits) Lemah,  Dikeluarkan oleh Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah (8/200) disandarkan dari Nabi (Silsilah Al-Ahadits Ad-Dhoi’fah No. 327 dengan ringkasan)

Hadits yang shahih adalah hadits :

أن وراءكم أيام الصبر المتمسك فيهن يومئذ بمثل ما أنتم عليه له كأجر خمسين منكم قالوا يا نبي الله أو منهم قال لا بل منكم

“Sesungguhnya termasuk yang akan datang kepada kalian adalah hari-hari penuh kesabaran , bagi orang yang berpegang teguh dengan apa-apa yang kalian (para sahabat) berada di atasnya adalah pahala lima puluh orang dari kalian (para sahabat). Para sahabat bertanya “ Wahai Nabi Allah, ataukah (lima puluh) orang dari mereka ??” beliau menjawab :”Bahkan (lima puluh) orang dari kalian”

Berkata Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah : “Sanadnya Shahih” (Silsilah Al-Ahadits As-Shahihah No. 394)

HADITS KETUJUH PULUH TIGA

نية المؤمن خير من عمله وعمل المنافق خير من نيته

“Niat seorang Mu’min lebih baik dari amalannya dan amalan seorang munafik lebih baik dari niatnya”

Diriwayatkan oleh At-Thabrani dalam Al-Kabir (6/185) dan Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah (3/255) disandarkan dari Sahl bin ‘sa’ad secara marfu (Nukilan Tuhfathul Muhibbin. Hal. 314) .

Hadits ini dilemahkan oleh Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah dalam Dho’iful Jami’ No. 5988 Baca lebih lanjut

Kuumpulan hadits lemah dan palsu No. 61-70

HADITS KE ENAM PULUH SATU

من أعان ظالمًا سلطه الله عليه

“Barangsiapa yang meolong orang dzalim, maka Allah akan menjadikan orang dzalim itu menguasainya”

Berkata Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah : (Hadits) Palsu. Dikeluarkan oleh Abu Hafs Al-Katani dari Abdullah bin Mas’ud secara marfu (Silsilah Al-Ahadits Ad-Dhoi’fah 1937 dengan ringkasan)

HADITS KE ENAM PULUH DUA

من حفظ على أمتي أربعين حديثا من سنتي أدخلته يوم القيامة في شفاعتي

Barangsiapa dari umatku hapal empat puluh hadits dari Sunnahku, maka aku akan memasukkannya di hari kiamat dalam syafa’atku”

Hadits ini Diriwayatkan oleh Al-Khotib dan Ibnu Hibban dari Ibnu Abbas Rhadiyallahu’ anhuma. Datang  juga dengan lafadz-lafadz berbeda dengan makna yang sama diriwayatkan dari beberapa sahabat, Semuanya adalah hadits lemah.

Berkata Ad-Daruquthni : “Tidak tsabit sama sekali dari jalur-jalur periwayatannya” Berkata Al-Baihaqi : ” Seluruh sanad-sanadnya lemah” beliau juga berkata “Lafadznya terkenal akan tetapi tidak memiliki sanad yang shahih” (Nukilan dari Tuhfathul Muhibbin. Hal. 130)

Hadits ini dilemahkan oleh Al-Allamah Muqbil bin Hady Al-Wadi’i dalam kitabnya As-Syafa’at (No. 206-207). Dilemahkan pula oleh Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah dalam kitab-kitabnya diantaranya dalam Silsilah Al-Ahadits Ad-Dhoi’fah no.(1/415) dan Takhrij Al-Musykat (258)

HADITS KE ENAM PULUH TIGA

من خرج في طلب العلم كان في سبيل الله حتى يرجع

“Barangsiapa yang keluar dalam rangka menuntut ilmu, maka dia berada di Jalan Allah sampai dia kembali”

Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan Ad-Darimi dari Anas . Berkata Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah : dalam Takhrij Al-Musykat (220) : “(Hadits) Lemah”

Hadits yang shahih adalah dari Abu Hurairah Rhadiyallahu’ anhu, Rasulullah Shalallahu ‘alahi wassallam bersabda :

من سلك طريقا يلتمس به علما سهل الله له طريقا إلى الجنة

“Barangsiapa yang menempuh suatu jalan dalam rangka menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkannya jalan menuju surga”

Hadits ini Dishahihkan Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah dalam Shahih At-Tirmidzi No. 2646

HADITS KE ENAM PULUH EMPAT

من عير أخاه بذنب لم يمت حتى يعمله

Barangsiapa yang mencela saudaranya disebabkan dosa-dosanya, maka dia tidak akan wafat sampai dia mengamalkannya”

Berkata Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah : (Hadits) Palsu, Dikeluarkan oleh At-Tirmidzi (3/318) dan Ibnu Abi Dunya dalam Dzamul ghibah dari Mu’adz bin Jabal Rhadiyallahu’ anhusecara Marfu ( Silsilah Al-Ahadits Ad-Dhoi’fah No. 178 dengan ringkasan). Lihat pula Takhrij Al-Musykat No. 4855

HADITS KE ENAM PULUH LIMA

من كثر كلامه كثر سقطه ومن كثر سقطه كثرت ذنوبه ومن كثرت ذنوبه كانت النار أولى

“”Barangsiapa yang banyak bicara maka banyak salahnya dan barangsiapa yang banyak salahnya maka banyak dosanya dan barangsiapa yang banyak dosanya maka neraka lebih berhak baginya”

Diriwayatkan oleh Ad-Dulabi dalam Al-Kuna (2/290) dal Al-Uqoili dalam Ad-Dhuafa (3/384) disandarkan dari Ibnu Umar dari Nabi Shalallahu ‘alahi wassallam . Berkata Al-Uqoili : “ Hadits ini tidak terjaga” (Nukilan Tuhfathul Muhibbin. No. 137)

Hadits ini dilemahkan pula oleh Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah dalam Dho’iful Jami’ (5827)

Hadits yang shahih datang dari Abu Hurairah Rhadiyallahu’ anhu, Rasululullah bersabda :

وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah berkata yang baik atau diam” (Mutaffaqun alaihi)

HADITS KE ENAM PULUH TUJUH

من لم يهتم بأمر المسلمين فليس منهم

“Barangsiapa yang tidak mengurusi kepentingan kaum muslimin, maka dia bukan termasuk dari golongan mereka”

Berkata Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah : (Hadits) Lemah,  Dikeluarkan oleh At-Thabrani dalam As-Shagir (hal. 188) dan Abu Nua’im dalam Akhbar ashbahan (2/252) disandarkan dari Hudzaifah Ibnul Yaman Radhiyallahu’ anhu dari Rasulullah Shalallahu ‘alahi wassallam (Silsilah Al-Ahadits Ad-Dhoi’fah No. 312 dengan ringkasan)

Datang pula degan lafadz-lafadz  berbeda, siahkan merujuk Silsilah Al-Ahadits Ad-Dhoi’fah No. 309-311

HADITS KE ENAM PULUH DELAPAN

من مات فقد قامت قيامته

“Barangsiapa yang meninggal, maka telah tegak kiamatnya”

Berkata Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah : (Hadits) Lemah,  Berkata Aal-Hafidz Al-Iroqi dalam Takhriju Ihya (4/56) :”Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Dunya dalam Kitabul Maut dari hadits Anas  dengan sanad yang lemah “ (Silsilah Al-Ahadits Ad-Dhoi’fah No. 1166 dengan ringkasan)

HADIST KE ENAM PULUH SEMBILAN

من مات مريضا مات شهيدا

“Barangsiapa yang meninggal dalam keadaan sakit maka dia mati syahid”

Diriwayatkan oleh Ibnu Majah (1615) dan Al-Baihaqi. Dilemahkan oleh Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah dalam Takhrij Al-Musykat (No. 1595) dan Dho’iful Jami’ (5862). Dicantumkan pula oleh Ibnul Jauzi dalam Al-Mau’duat.

Hadits yang shahih adalah hadits yang datang dari Abu Umamah Rhadiyallahu’ anhu dalam riwayat At-Thabrani dan Al-Hakim, Rasulullah Shalallahu ‘alahi wassallam bersabda :

إن العبد إذا مرض أوحى الله إلى ملائكته إنى قيدت عبدى بقيد من قيودى فإن أقبضه أغفر له وإن أعافه فحينئذ يقعد لا ذنب له

“Sesungguhnya seorang hamba apabila sedang sakit, Allah berfirman kepada malaikat-malaikatnya : “Wahai malaikat-malaikatku, aku telah membelenggu hambaku dengan belenggu dari belenggu-belengguku. Maka apabila aku mewafatkannya aku akan mengampuninya dan apabila aku menyembuhkannya maka kapan saja dia duduk (sehat) dia tidak lagi memiliki dosa-dosa” “ (Silahkan merujuk Silsilah Al-Ahadits As-Shahihah No. 1611)

HADITS KETUJUH PULUH

مَنْ مَلَكَ زَادًا وَرَاحِلَةً يَبْلُغُ بِهِ إِلَى بَيْتِ اللهِ فَلَمْ يَحُجَّ فَلا عَلَيْهِ أَنْ يَمُوتَ يَهُودِيًّا أَوْ نَصْرَانِيًّا

“Barangsiapa yang memiliki bekal dan kendaraan yang mencukupi hingga Baitullah, kemudian dia tidak berhaji maka tidak akan ada bedanya dia mati dalam keadaan Yahudi atau Nasrani”

Dikeluarkan oleh At-Tirmidzi (812) Al-Bazaar dalam Al-Musnad (861) dari Ali bin Abi Thalib Rhadiyallahu’ anhu.

Berkata At-Tirmidzi : “Haditsi Gharib (asing)”

Ibnul Jauzi mencantumkan hadits ini dalam Al-Mau’du’at (2/12) datang juga jalur lain dari Hadits Abu Hurairah Radhiyallahu’ anhu dan Abu Umamah Radhiyallahu’ anhu ,keduanya lemah. (nukilan Tuhfathul Muhibbin. Hal. 140)

Disebutkan dalam tafsir Ibnu katsir dalam tafsir surat Ali Imran ayat 97, Umar bin Khatab Rhadiyallahu’ anhu berkata : “Barangsiapa yang mampu berhaji dan dia tidak melakukannya, maka sama saja baginya mati sebagai yahudi atau nasrani”

Berkata Ibnu Katsir : ”Sanad ini shahih hingga Umar Rhadiyallahu’ anhu”

Kumpulan hadits lemah dan palsu No. 51-60

HADITS KELIMA PULUH SATU

فقيه واحد أشد على الشيطان من ألف عابد

“”Seorang alim (faqih) lebih kuat bagi setan dibanding seribu ahli ibadah”

Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan Ibnu Majah dari Ibnu Abbas secara Marfu. Berkata Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah dalam Dho’iful Jami’ (3991) : “(Hadits) Palsu”

HADITS KELIMA PULUH DUA

كان إذا أفطر قال ” اللهم لك صمت وعلى رزقك أفطرت”

“” Rasulullah Shalallahu ‘alahi wassallam apabila berbuka, mengucapkan doa : Ya Allah, Untukmu aku berpuasa dan diatas rejekimu aku berbuka”

Diriwayatkan oleh Ad-Daruquthni dan Ibnu Sunni dari Ibnu Abbas Rhadiyallahu’ anhuma dan Diriwayatkan oleh At-Thabrani dalam Al-Mu’jamus Shogir dari Anas  Rhadiyallahu’ anhu. Keduanya lemah. (Al-Irwa’ul Ghalil no. 919 dengan ringkas)

HADITS KELIMA PULUH TIGA

كان النبي صلى الله عليه و سلم إذا دخل الخلاء وضع خاتمه

“Rasulullah Shalallahu ‘alahi wassallam apabila hendak masuk WC, beliau melepaskan cincinnya”

Diriwayatkan oleh Abu Dawud (19) dari Anas  bin Malik. Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah berkata : (Hadits) Mungkar. (Dho’if Sunan Abi Dawud No. 19) Baca lebih lanjut

Kumpulan hadits lemah dan Palsu No. 46-50

HADITS KE EMPAT PULUH ENAM

الساكت عن الحق شيطان أخرس

“Diam dari kebenaran adalah setan akhros”

Hadits ini tidak memiliki asal yang shahih maupun lemah dari Shalallahu ‘alahi wassallam bahkan dari sahabat maupun tabi’in. (Nukilan dari Tuhfathul Muhibbin. Hal. 81)

HADITS KE EMPAT PULUH TUJUH

صوموا تصحوا

“Berpuasalah maka kalian akan sehat”

Berkata Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah : (Hadits) Lemah,  Dikeluarkan oleh At-Thabrani dalam Al-Ausath dan Abu Nua’im dalam At-Tibb dari Abu Hurairah Rhadiyallahu’ anhu(Silsilah Al-Ahadits Ad-Dhoi’fah No. 253 dengan ringkasan)

HADITS KE EMPAT PULUH DELAPAN

طلب الحلال جهاد

Mencari nafkah yang halal adalah Jihad”

Berkata Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah : (Hadits) Lemah,  Dikeluarkan oleh Muhammad bin Makhlad dalam kitabnya Al-Fawa’id disandarkan dari Ibnu Abbas dari Nabi Shalallahu ‘alahi wassallam (Silsilah Al-Ahadits Ad-Dhoi’fah No. 1301)

Dalil tentang keutamaan mencari nafkah yang halal diantaranya adalah hadits dari Abu Hurairah Rhadiyallahu’ anhu, Rasulullah Shalallahu ‘alahi wassallam bersabda :

لأَنْ يَحْتَطِبَ أَحَدُكُمْ حُزْمَةً عَلَى ظَهْرِهِ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَسْأَلَ أَحَدًا فَيُعْطِيَهُ أَوْ يَمْنَعَهُ

ٍ        ”Seorang hamba memikul kayu bakar di atas punggungnya lebih baik baginya dibanding meminta seseorang, baik dia diberi atu tidak” (Bukhari-Muslim)

HADITS KE EMPAT PULUH SEMBILAN

عَلِّمُوا أَبْنَاءَكُمُ السِّبَاحَةَ وَالرَّمْيَ، وَالْمَرْأَةَ الْمِغْزَلَ

“Ajarilah anak-anak kalian berenang dan memanah dan wanita-wanita kalian  Merayu”

Berkata Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah : (Hadits) sangat Lemah, Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dalam As-Syu’ab dari ibnu Umar secara marfu. (Silsilah Al-Ahadits Ad-Dhoi’fah no. 2877 dengan ringkasan)

Datang pula dengan lafadz yang hampir serupa, silahkan merujuk Silsilah Al-Ahadits Ad-Dhoi’fah No. 3876.

Datang dengan lafadz  lain , datang dari Sa’ad bin Abi Waqosh Rhadiyallahu’ anhusecara marfu :

عليكم بالرمى فإنه من خير لعبكم

“”Wajib bagi kalian untuk (belajar) memanah, sesungguhnya memanah adalah sebaik-baik permainan”

Hadits ini dihasankan oleh Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah dalam Silsilah Al-Ahadits Ad-Dhoi’fah No. 628.

Datang juga dengan lafadz :

كل شيء ليس من ذكر الله عز وجل فهو لهو أو سهو إلا أربع خصال مشي الرجل بين الغرضين وتأديبه فرسه وملاعبته أهله وتعليم السباحة

Artinya : “Segala sesuatu yang bukan merupakan dzikir kepada Allah adalah perbuatan yang sia-sia dan lalai kecuali empat perkara : Berjalanya seorang laki-laki antara dua tujuan, melatih kudanya, bermain-main dengan keluarganya dan belajar berenang “ (HR. At-Thabarni dari Jabir Bin Abdillah dan Jabir bin Umair Radhiyallahu’ anhum secara marfu)

Hadits ini dishahihkan Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah dalam Silsilah Al-Ahadits As-Shahihah No. 315

HADITS KELIMA PULUH

طلب العلم أفضل عند الله من الصلاة والصيام والحج والجهاد فى سبيل الله

“Menuntut ilmu lebih mulia di sisi Allah, dibanding Sholat, Puasa, Haji dan Jihad fi Sabiilillah”

Berkata Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah : (Hadits) palsu. Dikeluarkan oleh Ad-dailami (2/268) dari Ibnu Abbas secara marfu.

Datang juga dengan Lafadz :

طلب العلم ساعة خير من قيام ليلة وطلب العلم يومًا خير من صيام ثلاثة أشهر

“Menuntut ilmu sesaat lebih baik dari sholat satu malam dan menuntut ilmu satu hari lebih baik dari puasa tiga bulan.”

Hadits dengan lafadz ini pun dihukumi sebagai hadits palsu oleh Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah , Dikeluarkan oleh Ad-Dailami dari Ibnu Abbas Rhadiyallahu’ anhuma secara marfu ( silahkan merujuk Silsilah Al-Ahadits Ad-Dhoi’fah No. 3828)

%d blogger menyukai ini: