Awal Yang Membagi Tauhid Menjadi 3 Bagian

Pembagian tauhid menjadi 3 bagian:

Rububiyyah

Uluhiyyah

Asma wa sifat

Pembagian ini telah disinggung oleh ulama-ulama terdahulu walaupun mereka tidak dengan tekstual membaginya menjadi 3 bagian.  Dan ulama yang mengisyaratkan tentang pembagian 3 tauhid ini diantaranya adalah Ibnu Hibban di Muqodimmah Raudhatul Uqola’, juga Ibnu Jarir Thobari kemudian dibenarkan oleh Ibnu Taimiyah ,Ibnul Qoyyim, Az-Zubaidi, dan juga At-Thahawi di awal kitab Aqidah At-Thahawiyah Rahimahumullahu  Jami’an

Dan yang secara nash (tekstual) membagi menjadi tauhid tiga bagian dari kalangan ulama terdahulu adalah Ibnu bathoh Rahimahullahu (wafat 378 H) di dalam  kitabnya Al-Ibanah  ‘An Ushulud diyana (hal 293-294 dari manuskrip). Dan sampai saat ini beliaulah yang diketahui pertama kali membagi Tauhid menjadi 3 bagian secara jelas.

Jadi dengan ini diketahui bahwa pembagian Tauhid menjadi 3 bagian bukan baru saja dikenal dari Ulama Najd di masa-masa terakhir.

Wallahu a’lam

Sumber : At-Tarodhil Mufied, Muhammad Bin Hizam Rahimahullahu

Ibnu Dzulkifli As-Samarindy

Hukum menggunakan Jimat (Penangkal Bala)

Jimat yang dalam bahasa Arab dikenal dengan tamimah adalah suatu benda yang digunakan oleh seorang insan untuk menolak bala, sihir, penyakit dan segala kejelekkan. Terkadang dikenakan atau dibawa seorang manusia terkadang ditemukan pula pula digantung di rumah, mobil, toko dan selainnya. Dan tamimah ini ada dua jenis :

Pertama : Tamimah yang terbuat dari nama-nama Jin, Gelang, akar, tulang, senjata pusaka dll. Dan hukum menggunakannya adalah haram, tidak ada perbedaan pendapat di kalangan para ulama tentang keharamannya dan ini merupakan jenis kesyirikan. dan secara hukum asalnya adalah Syirik Ashgor (kecil) karena   menjadikan sesuatu menjadi sebab padahal dia bukanlah sebab secara syar’i dan juga kauni . Dan bisa menjadi syirik Akbar (besar) apabila yang menggunakannya meyakini bahwa benda-benda itu mampu memberi manfaat kepadanya baik untuk menolak bala atau mengangkat bala dengan sendirinya tanpa izin Allah Subhanahu wa Ta’ala serta kehendak-Nya. (Baca disini tentang Syirik Akbar dan Syirik Ashgor). Dan dalil-dali tentang keharaman tamimah sangat banyak, diantaranya adalah : Baca lebih lanjut

Sebuah catatan tentang “Kafir”

Sebuah catatan tentang “Kafir”

Sebagian kaum muslimin terkadang masih belum bisa membedakan antara makna Syirik dan Kafir, mereka menganggapnya memiliki makna yang sama. Dalam keadaan dua kata ini memiliki perbedaan makna walaupun juga memiliki keterkaitan secara langsung. Syirik adalah salah satu sebab kafirnya seseorang dan tidak selalu perbuatan kafir adalah perbuatan Syirik. Seperti seseorang yang  membuang Mushaf Al-Qur’an ke dalam kloset , maka perbuatan ini bukanlah perbuatan syirik akan tetapi merupakan perbuatan kekafiran. Intinya bisa dikatakan bahwa makna syirik itu lebih khusus dibanding makna kafir (lihat catatan kami tentang Syirik).

KAFIR ADA 2 JENIS

JENIS KAFIR PERTAMA :  Kafir Akbar yaitu Kafir yang mengeluarkan pelakunya dari agama Islam

Dasar-dasar perbuatan kafir akbar ini ada 5 Jenis : ..baca lebih lengkap

Sebuah catatan tentang "Kafir"

Sebuah catatan tentang “Kafir”

Sebagian kaum muslimin terkadang masih belum bisa membedakan antara makna Syirik dan Kafir, mereka menganggapnya memiliki makna yang sama. Dalam keadaan dua kata ini memiliki perbedaan makna walaupun juga memiliki keterkaitan secara langsung. Syirik adalah salah satu sebab kafirnya seseorang dan tidak selalu perbuatan kafir adalah perbuatan Syirik. Seperti seseorang yang  membuang Mushaf Al-Qur’an ke dalam kloset , maka perbuatan ini bukanlah perbuatan syirik akan tetapi merupakan perbuatan kekafiran. Intinya bisa dikatakan bahwa makna syirik itu lebih khusus dibanding makna kafir (lihat catatan kami tentang Syirik).

KAFIR ADA 2 JENIS

JENIS KAFIR PERTAMA :  Kafir Akbar yaitu Kafir yang mengeluarkan pelakunya dari agama Islam

Dasar-dasar perbuatan kafir akbar ini ada 5 Jenis : ..baca lebih lengkap

SYIRIK

SYIRIK

Oleh : Ibnu Dzulkifli As-Samarindy

 

“Syirik” satu kata yang sering sekali mampir di telinga kita, walaupun terkadang bagi seseorang kata syirik bermakna berbeda dengan apa yang dipahami orang lain. Sebagian orang menggunakan kata “syirik” sebagai pengganti kata dengki atau hasad, sebagamana ucapan seseorang yang sering sekali kita dengar : ” Dasar dianya saja yang syirik kepada saya ” yakni maknanya ” dengki atau hasad”. Dan ini adalah penggunaan kata yang tidak pada tempatnya dan harus dihindari untuk mencegah salah sangka dari orang yang mendengarnya..Adapun dalam Istilah Syar’i , Syirik maknanya Menyekutukan sesuatu bersama Allah di dalam kekhususanNya dalam KeuluhiyahanNya, KerububiyahanNya serta Nama dan sifat-sifatNya.

Dan Syirik berdasarkan jenisnya terbagi menjadi dua jenis : Syirik Akbar (Syirik Besar) dan  Syirik Ashgor (Syirik Kecil) …baca lebih lengkap

Pembatal-Pembatal Keislaman

PEMBATAL – PEMBATAL KEISLAMAN

Oleh : Ibnu Dzulkifli As-Samarindy

bcbvfd1 Ketahuilah wahai kaum muslimin (semoga Allah melimpahkan Hidayah dan taufiknya kepada kita semua), bahwa sebagaimana layaknya wudhu dan sholat yang memiliki perkara-perkara pembatal. Maka keislaman seseorang pun dapat menjadi batal pula sebagaimana sholat dan wudhu. Para ulama menyebutnya pembatal-pembatal keislaman, sebab-sebab Kemurtadan atau pembatal dua kalimat syahadat. Dan perkara-perkara pembatal keislaman ini sangatlah banyak ,  sebagian para ulama bahkan menyebutkan bahwa pembatal keislaman ada sekitar 400 jenis. Dan yang terbesar dan yang terpenting untuk diketahui ada 10 jenis perkara. Sebagaimana yang disebutkan oleh Syaikh Muhammad  bin Abdul Wahab dalam risalah beliau “Nawaqidul Islam”.

Berkata Syaikh Sholih bin Fauzan Al Fauzan :“Dan jenis-jenis kemurtadan sangat banyak dan Syaikh (Muhammad  bin Abdul Wahab) menyebutkan di dalam risalah ini yang terpenting dan terbesar” (Syarah Nawaqidul Islam, Hal 9-10).

Dan 10 perkara itu adalah : ..baca lebih lengkap

3 Jenis Tauhid

MENGENAL TAUHID

Oleh : Ibnu Dzulkifli As-Samarindy

fdgfdgSebelum mengetahui tentang jenis-jenis Tauhid, maka sebaiknya makna tauhid sendiri harus dipahami terlebih dahulu. Adapun Makna tauhid adalah mengesakan Allah dalam Kerububiyahannya , keuluhiyahannya, dalam nama-nama dan sifat-sifatnya beserta hukum-hukum di dalamnya. Jenis tauhid sendiri ada 3 jenis : …baca lebih lengkap

%d blogger menyukai ini: