Update Syamilah Versi 3.47

Update terbaru kembali dirilis untuk memperbaiki versi-versi sebelumnya,

Perbaikan mencakup : Tambahan properti dari layar Options dan diaktifkan secara default, memungkinkan program untuk mengenali kehadiran buku baru secara otomatis lebih komprehensif dan memberi pemberitahuan. Tidak perlu menekan tombol untuk mengupgrade hidup dari waktu ke waktu.

Memperbaiki kekurangan dalam impor, dan perbaikan lainnya pada tingkat kode

Silahkan Download disini

Iklan

Awal Yang Membagi Tauhid Menjadi 3 Bagian

Pembagian tauhid menjadi 3 bagian:

Rububiyyah

Uluhiyyah

Asma wa sifat

Pembagian ini telah disinggung oleh ulama-ulama terdahulu walaupun mereka tidak dengan tekstual membaginya menjadi 3 bagian.  Dan ulama yang mengisyaratkan tentang pembagian 3 tauhid ini diantaranya adalah Ibnu Hibban di Muqodimmah Raudhatul Uqola’, juga Ibnu Jarir Thobari kemudian dibenarkan oleh Ibnu Taimiyah ,Ibnul Qoyyim, Az-Zubaidi, dan juga At-Thahawi di awal kitab Aqidah At-Thahawiyah Rahimahumullahu  Jami’an

Dan yang secara nash (tekstual) membagi menjadi tauhid tiga bagian dari kalangan ulama terdahulu adalah Ibnu bathoh Rahimahullahu (wafat 378 H) di dalam  kitabnya Al-Ibanah  ‘An Ushulud diyana (hal 293-294 dari manuskrip). Dan sampai saat ini beliaulah yang diketahui pertama kali membagi Tauhid menjadi 3 bagian secara jelas.

Jadi dengan ini diketahui bahwa pembagian Tauhid menjadi 3 bagian bukan baru saja dikenal dari Ulama Najd di masa-masa terakhir.

Wallahu a’lam

Sumber : At-Tarodhil Mufied, Muhammad Bin Hizam Rahimahullahu

Ibnu Dzulkifli As-Samarindy

Update Syamilah Versi 3.46

Update terbaru kembali dirilis untuk memperbaiki versi-versi sebelumnya,

Silahkan Download disini

Pondasi-pondasi Kesalahan

Pondasi kesalahan ada 3 :

– Kesombongan : Inilah yang menyebabkan kekafiran Iblis

– Ketamakkan : Inilah yang menyebabkan Adam Alahi Salam dikeluarkan dari Surga

– Kedengkian : Inilah yang menyebabkan anak adam membunuh saudaranya

Dan kekafiran bersumber dari kesombongan, kemaksiatan bersumber dari dan kedzaliman bersumber dari kedengkian.

(Disadur dengan bebas dari Al-Fawa’id Ibnul Qoyyim Hal. 298)

Dinukil dari Al-Imta’, Nashir Al-Adany.

Apakah seorang Nabi adalah Rasul ??

Terjadi perbedaan pendapat di kalangan para ulama tentang nabi dan rasul, sebagian berpendapat bahwa setiap rasul adalah nabi dan tidak sebaliknya. Akan tetapi Al-Imam As-Syinqithy dalam Adhwaul bayan 5/735 berpendapat bahwa sebaliknya , yaitu setiap nabi adalah rasul dan setiap rasul adalah nabi, dan beliau berdalil dengan firman Allah :

وَمَا أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ مِن رَّسُولٍ وَلَا نَبِيٍّ إِلَّا إِذَا تَمَنَّى أَلْقَى الشَّيْطَانُ فِي أُمْنِيَّتِهِ فَيَنسَخُ اللَّهُ مَا يُلْقِي الشَّيْطَانُ ثُمَّ يُحْكِمُ اللَّهُ آيَاتِهِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

Artinya : Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang rasulpun dan tidak (pula) seorang nabi, melainkan apabila ia mempunyai sesuatu keinginan, syaitanpun memasukkan godaan-godaan terhadap keinginan itu, Allah menghilangkan apa yang dimasukkan oleh syaitan itu, dan Allah menguatkan ayat-ayat- Nya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.(QS-Al-Hajj : 52)

!$tBur $uZù=y™ö‘r& `ÏB y7Î=ö6s% `ÏB 5Aqߙ§‘ Ÿwur @cÓÉ<tR HwÎ) #sŒÎ) #Ó©_yJs? ’s+ø9r& ß`»sÜø‹¤±9$# þ’Îû ¾ÏmÏG¨ÏZøBé& ã‡|¡Yu‹sù ª!$# $tB ’Å+ù=ムß`»sÜø‹¤±9$# ¢OèO ãNÅ6øtä† ª!$# ¾ÏmÏG»tƒ#uä 3 ª!$#ur íOŠÎ=tæ ÒOŠÅ3ym ÇÎËÈ

Adakah ulama yang Membolehkan Oral Seks ?

Telah datang pertanyaan dari seorang sahabat kami tentang ulama yang memperbolehkan melakukan oral seks ?? Beliau ragu ketika kami kabarkan, bahwa ada ulama ahlusunnah yang berpendapat bolehnya melakukan hal tersebut. Maka berikut catatan ringkas kami :

Salah satu ulama tersebut adalah Syaikh Abdullah Bin Baaz Rahimahullah ketika beliau memberikan catatan kaki (Ta’liq) terhadap Kitab Ar-Raudhul Murbi’ Syarah zaadil Mustaqnie pada  bab Haid ketika membahas larangan mendatangi istri pada Farji ketika Haid. Beliau memberikan ta’liq (secara makna) :

“Dia (suami) istimta’ (bernikmat-nikmat) dari istrinya dengan sesuatu yang lain (selain Farjinya) dengan tangan (istrinya) dan Mulutnya……” hingga ucapan beliau … “hingga keluar mani dan tidak boleh baginya mendatanginya pada farjinya”

(Ta’liq Ibnu Baaz Rahimahullah pada kitab Ar-Raudhul Murbi’ Syarah zaadil Mustaqnie pada  bab Haid Jilid 1 Hal 174. Catatan kaki No. 1. Cetakan Darul Atsar Mesir , Cetakan pertama Tahun 2006 M)

Ada banyak ulama-ulama lainnya selain beliau yang berpendapat tentang bolehnya melakukan oral seks, baik dari kalangan ulama terdahulu maupun masa kini. (Insya Allah pada catatan – catatan berikutnya)

Akan tetapi pendapat yang shohih adalah tidak bolehnya hal tersebut, silahkan baca artikel dan fatwa Ulama tentang permasalahan tersebut disini . Wallahu a’lam

HADITS-HADITS LEMAH DAN PALSU BERDASARKAN BAB

HADITS-HADITS LEMAH DAN PALSU BERDASARKAN BAB [1]

  1. Hadits-hadits dengan ladfadz yang jelas tentang Iman bertambah dan berkurang atau tidak bertambah dan tidak berkurang semuanya tidak ada yang shahih dari Rasulullah Shalallahu ‘alahi wassallam dan Dinukilkan bahwa lafdz terebut  dari ucapan para sahabat dan Tabi’in [2]
  2. Hadits-hadits tentang Al-Murjia’h dan Al-Asy’ariyah tidak ada yang shahih dari Rasulullah Shalallahu ‘alahi wassallam .[3]
  3. Hadits-hadits tentang akal dan keutamaannya tidak ada yang shahih dari Rasulullah Shalallahu ‘alahi wassallam[4]
  4. Hadits-hadits tentang umur Khidir Alaihi Salam dan Ilyas Alaihi Salam serta keberadaan mereka hingga saat ini tidak ada yang shahih dari Rasulullah Shalallahu ‘alahi wassallam
  5. Hadits-hadits tentang menuntut ilmu adalah wajib tidak ada yang shahih dari Rasulullah Shalallahu ‘alahi wassallam [5]
  6. Hadits-hadits tentang barangsiapa yang ditanya tentang suatu ilmu kemudian menyembunyikannya, tidak ada yang shahih dari Rasulullah Shalallahu ‘alahi wassallam [6]
  7. Hadits-hadits tentang keutamaan Abu Hanifah dan Imam As-Syafi’i atau celaan terhadap keduanya tidak ada yang shahih dari Rasulullah Shalallahu ‘alahi wassallam , semuanya palsu.[7]
  8. Hadits-hadits tentang hadits menggunakan air yang telah diterpa matahari tidak ada yang shahih dari Rasulullah Shalallahu ‘alahi wassallam[8]
  9. Hadits-hadits tentang hadits mengeringkan (mengelap) anggota wudhu tidak ada yang shahih dari Rasulullah Shalallahu ‘alahi wassallam [9]
  10. Hadits-hadits tentang hadits perintah berwudhu bagi yang telah memandikan Jenazah tidak ada yang shahih dari Rasulullah Shalallahu ‘alahi wassallam .[10]
  11. Hadits-hadits tentang hadits larangan masuk ke kamar mandi tidak ada yang shahih dari Rasulullah Shalallahu ‘alahi wassallam [11]
  12. Hadits-hadits tentang mengeraskan ucapan Basmallah dalam Sholat tidak ada yang shahih dari Rasulullah Shalallahu ‘alahi wassallam [12]
  13. Hadits-hadits tentang bolehnya sholat di belakang semua orang baik sholih maupun fajir tidak ada yang shahih dari Rasulullah Shalallahu ‘alahi wassallam [13]
  14. Hadits-hadits tentang dosa bagi yang tidak menqashar (meringkas) shalat dan mengerjakan puasa di dalam safar tidak ada yang shahih dari Rasulullah Shalallahu ‘alahi wassallam [14]
  15. Hadits-hadits tentang tidak ada sholat bagi yang masih memilliki hutang sholat tidak ada yang shahih dari Rasulullah Shalallahu ‘alahi wassallam[15]
  16. Hadits-hadits tentang (larangan) Sholat jenazah di mesjid tidak ada yang shahih dari Rasulullah Shalallahu ‘alahi wassallam [16]
  17. Hadits-hadits tentang mengangkat kedua tangan dalam takbir-takbir Sholat Jenazah tidak ada yang shahih dari Rasulullah Shalallahu ‘alahi wassallam [17]
  18. Hadits-hadits tentang sholat sunnah di pertengahan bulan Sya’ban, pertengahan bulan Rajab, Sholat Iman dan Sholat Malam Isra’ Mir’raj tidak ada yang shahih dari Rasulullah Shalallahu ‘alahi wassallam
  19. Hadits-hadits tentang Sholat tasbih tidak tidak ada yang shahih dari Rasulullah Shalallahu ‘alahi wassallam [18]
  20. Hadits-hadits tentang Zakat madu tidak ada yang shahih dari Rasulullah Shalallahu ‘alahi wassallam[19]
  21. Hadits-hadits tentang Zakat sayur-sayuran tidak ada yang shahih dari Rasulullah Shalallahu ‘alahi wassallam [20]
  22. Hadits-hadits tentang Keutamaan berpuasa di Bulan Rajab tidak ada yang shahih dari Rasulullah Shalallahu ‘alahi wassallam [21]
  23. Hadits-hadits tentang tidak sah nikah kecuali dengan dua orang saksi adil tidak ada yang shahih dari Rasulullah Shalallahu ‘alahi wassallam
  24. Hadits-hadits tentang (larangan) makan di pasar tidak ada yang shahih dari Rasulullah Shalallahu ‘alahi wassallam [22]
  25. Hadits-hadits tentang anak zina tidak akan masuk surga adalah hadits batil[23]
  26. Hadits-hadits tentang barangsiapa diberi hadiah dan di sisinya saat itu ada orang lain, maka mereka juga berhak terhadap hadiah tesebut tidak ada yang shahih dari Rasulullah Shalallahu ‘alahi wassallam [24]
  27. Hadits-hadits tentang (anjuran) meninggalkan makan dan minum dari sesuatu yang diperbolehkan tidak ada yang shahih dari Rasulullah Shalallahu ‘alahi wassallam
  28. Hadits-hadits tentang keutamaan berbekam di hari-hari tertentu dan tentang dibencinya berbekam di hari-hari tertentu tidak ada yang shahih dari Rasulullah Shalallahu ‘alahi wassallam
  29. Hadits-hadits tentang Qiyas adalah Hujjah (dalil) tidak ada yang shahih dari Rasulullah Shalallahu ‘alahi wassallam


[1] Bagian ini adalah ringkasan dari kitab Risalah fi bayan ma lam yatsbut fil hadits minal abwab karya Abu Thohir Muhammad Al-Fairuz Abadi Rahimahullah dengan tahqiq  Syaikh Yahya bin Ali Al-Hajuuri Hafidhahullah . Catatan kaki kami nukil dari tahqiq beliau.

[2] Adapun Aqidah Ahlussunnah adalah Iman bertambah dan berkurang. Sebagaimana dinukil Ijma’oleh Imam As-Syafi’I bahwa hal tersebut adalah Ijma’ salaf.

[3] Adapun hadits :

القدرية مجوس هذه الأمة

“Al-Qodariyah adalah Majusinya Umat ini”

Dihasankan Oleh Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah dalam Shohihul Jami’ No. 4442

[4] Sebagaimana dikatakan oleh Ibnul Qoyyim : “Pasal : Hadits-hadits Akal semuanya dusta” (Naqdul Manqul hal. 60)

[5] Diriwayatkan dari Jumlah besar para sahabat. Berkata Al-Baihaqi :”Lafadznya terkenal dan sanad-sanadnya lemah.” Berkata Imam Ahmad sebagaimana dinukil Ibnul Jauzi “ Sesungguhnya tidak tsabit sama sekali di sisi kami dalam bab ini”

Akan tetapi maknanya Shohih walaupun haditsnya lemah.

[6] Ibnul Jauzi menukil Imam Ahmad berkata :”Tidak ada yang shohih dalam permasalahan in” (Al-Ilal 96-107)

[7] IbnulJauzi menyebutkan salah satu hadits palsu dalam bab ini dalam Al-Mauduat :

”Akan ada pada umatku seorang laki-laki yag bernama Muhammad bin Idris (As-Syafi’i) dia lebih memberi kerusakkan pada umatku dibanding Iblis dan Abu Hanifah adalah pelita Umatku

Berkata Ibnul Jauzi : “Hadits ini palsu, dan laknat Allah atas yang membuatnya”

[8] Berkata Al-Baihaqi : ”Tidak ada yang shohih” (Al-Kubro 1/67)

[9] Berkata At-Tirmidzi : “Tidak ada yang shohih sama sekali dari Nabi dalam permasalahan ini” (Sunan /317)

[10] Berkata Imam Ahmad dan Ali Bin Abdullah : ”Tidak ada yang shohih sama sekali dalam permasalahan ini” (Ilal Tirmidzi 1/142)

[11] Berkata As-Syaukani dalam An-Nailul Authar (1/320) :”Berkata Al-Mundziri :” Dan hadits-hadits tentang kamar mandi semuanya berpenyakit (hadits) dan yang shohih adalah datang dari (ucapan) sahabat”

[12] Berkata Ad-Daruquthni :”Semuanya yang datang dari nabi tentang mengeraskan ucapan Basmallah tidak ada yang shohih”

[13] Berkata Al-Baihaqi : “Semuanya lemah, kelemahan yang paling tinggi” (Al-Kubro 19/4)

[14] Berkata Al-Uqoili :”Dan tidaklah ada sama sekali dalam lafadz ini sesuatu yang tsabit” (Ad-Dhu’afa 3/162)

[15] Berkata Ibnul Jauzi dalam Al-Ilal (750) : “Kami telah mendengarnya dari lisan-lisan manusia dan kami tidak mengetahui hadits ini memiliki asal:”

[16] Bahkan Shohih dari Rasulullah Shalallahu ‘alahi wassallam bahwa beliau Mensholati Suhail Bin Al-Baidho’ di dalam Mesjid.

Berkata Ibnul Qoyyim dalam Zaadul Ma’ad (1/483) :”Dan yang benar bahwa sunnah dan petunjuk beliau Shalallahu ‘alahi wassallam adalah sholat Jenazah di luar mesjid kecuali apabila ada udzur dan keduanya diperbolehkan dan yang lebih utama sholat bagi Jenazah di luar mesjid”

[17] Dan Shohih bahwa Ibnu Umar Rhadiyallahu’ anhu melakukannya,sebagaimana diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dalam Al-Kubro (3/44 No. 6933) dan juga dilakukan oleh Umar bin Abdul Aziz Rahimahullah .

Karena lemahnya hadits ini dari Rasulullah Shalallahu ‘alahi wassallam maka tidak disunnahkan untuk mengangkat tangan dalam takbir-takbir Sholat Jenazah (kecuali Takhbiratul Ikhram) dan ini adalah madzhab Ab Hanifah, pendapat Ibnu Hazm, As-Syaukani, Al-Allamah Al-Albani dan Al-Allamah Muqbil bin Hady Al-Wadi’i

[18] Berkata Al-Hafidz dalam At-Talkhis (482) dari Al-Uqoili berkata : “Dan tidaklah terdapat dalam masalah sholat tasbih, hadits yang shohih”

Berkata Al-Hafidz:”Dan yang benar semua jalur periwayatannya lemah” Yang juga berpendapat tentang lemahnya hadits-hadits tentang sholat tasbih adalah Ibnul Arobi, Ibnu Taimiyah, Al-Mizzi, At-Tirmidzi dan Imam Ahmad. Silahkan merujuk Ucapan ibnu Taimiyah dalam Majmu’ fatwa (11/579)

[19] Berkata Al-Hafidz dalam Fathul Bari’ (3/348) :” Dan ibnul Mundzir berkata : “Tidaklah dalam masalah madu kabar hadits tsabit, tidak pula Ijma’. Maka tidak ada zakat padanya dan ini adalah pendapat Jumhur (Mayoritas) Ulama”

[20] Berkata At-Tirmidzi : “Dan tidaklah shohih sama sekali dalam masalah ini dari nabi Shalallahu ‘alahi wassallam “ (As-sunan 638)

[21] Berkata Syaikhul islam Ibnu Taimiyah :”Mereka menyebutkan hadits-hadits tentang keutamaan berpuasa di bulan Rajab, semuanya lemah bahkan palsu” (Minhajus Sunah 7/39)

[22] Berkata Al-Uqoili dalam Ad-Dhu’afa (3/198) : ”Tidak tsabit dalam hadits ini dari nabi Shalallahu ‘alahi wassallam “

[23] Cukuplah firman Allah ta’ala :.

وَلا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَى

“Dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain.

[24] Berkata A-Uqoili :”Tidak ada yang shohih dalam permasalahan ini” (Naqdul Manqul, Ibnul Qoyyim 1/126)

%d blogger menyukai ini: